JAKARTA – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang kini menjadi tersangka kasus dugaan suap, mengungkit-ungkit jasanya saat proses perdamaian Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah RI.
“Saya hanya mau memberi pernyataan bahwa sebetulnya damainya Aceh dengan NKRI, saham saya besar di situ,” kata Irwandi usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.
Irwandi melanjutkan, “Saya ikut mendamaikan, ikut mengumpulkan senjata, ikut berunding, dan akhirnya kayak sekarang (Aceh sudah damai)”.
Bahkan, sebagai Gubernur Aceh pun, Irwandi mengklaim banyak berjasa. “Saya membuat terobosan-terobosan yang banyak. Yang sebagiannya diadopsi oleh Pemerintah Pusat seperti JKN, P2K, dan beberapa hal lain dalam hal lingkungan hidup,” ungkapnya.
Irwandi kemudian mengaitkan jasa-jasanya dengan penangkapan dirinya oleh KPK atas sangkaan menerima suap.
“Tapi ini peristiwa yang baru saja menimpa saya, saya pun nggak tahu masalahnya apa. Ada pengarahan dana dari Bupati Bener Meriah katanya, ke pihak ketiga tanpa perintah saya. Saya nggak pernah minta, nggak pernah menyuruh, nggak pernah menerima,” ujar Irwandi.
Irwandi menuding, ada yang mencatut namanya untuk mendapat keuntungan. Sebab hal seperti itu pernah dirasakan Irwandi sebelumnya.[]Sumber: inilah.com



