TEL AVIV – Sebuah burung bangkai atau burung hering dengan ukuran besar ditahan di Libanon karena dicurigai menjadi mata-mata Israel.

Burung dengan sayap rentang mencapai 1,9 meter itu terbang di atas perbatasan dan tertangkap oleh warga Libanon awal pekan ini. Seperti diberitakan BBC News, Jumat (29/1), mereka mencurigai burung pemakan bangkai tersebut memiliki alat pelacak yang melekat di ekornya.

Namun rupanya, burung tersebut merupakan bagian dari proyek konservasi untuk memperkenalkan hewan liar itu ke Timur Tengah. Para pejabat satwa liar mengatakan, burung bangkai tersebut dibawa dari Spanyol tahun lalu dan dibebaskan sekitar sebulan lalu di Gamla Nature Reserve di Golan Heights Israel.

Pada sayap burung terdapat tanda bertuliskan 'Universitas Tel Aviv'. Pada kaki burung tersebut juga terpasang cincin logam terukirkan tulisan yang sama. Universitas Tel Aviv tampaknya terlibat dalam pelacakan burung serta pemancar GPS tersebut.

Pejabat satwa liar di Israel disiagakan untuk mengambilnya setelah foto-foto burung yang diikat muncul di media sosial.

“Dengan bantuan besar dari pasukan PBB dan unit penghubung PBB, Otoritas Alam dan Taman Israel mampu mengembalikan burung bangkai yang tertangkap beberapa hari lalu oleh penduduk desa Bint Jbeil, Libanon,” kata pernyataan Israel yang dikeluarkan Jumat 29 Januari 2016.

Media Libanon mengatakan, warga membebaskan burung bangkai setelah mendapat kejelasan bila itu bukanlah sebuah misi mata-mata. Burung hering itu pun mendapat perawatan karena menderita luka ringan.

Ini bukan kali pertama burung hering ditahan karena diduga menjadi agen mata-mata Mossad Israel.[]

Sumber: republika.co.id