BANDA ACEH – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Teungku Faisal Ali mengungkapkan, mudahnya masyarakat dipengaruhi oleh aliran sesat maupun radikalisme yakni paham yang memaksakan kekerasan dan antitoleransi dikarenakan kurangnya pemahaman terhadap agama.
Minimnya pengetahuan masyarakat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mempengaruhi dan mengajak masyarakat Aceh mengikuti paham tertentu, ujar Teungku Faisal Ali, Jumat, 29 Januari 2016.
Target dari penyebaran aliran radikalisme bukan hanya masyarakat awam, melainkan juga kalangan intelektual, generasi muda, anak-anak dan berbagai lapisan masyarakat lainya, ungkapnya.
Untuk itu, MPU mengajak segenap masyarakat Aceh untuk memperdalam ilmu agama, baik dari Alquran dan Hadis, maupun dari kitab dan buku-buku para ulama.
Masyarakat agar dapat lebih mewaspadai dan tidak mudah mengikuti individu maupun kelompok, yang menyampaikan ajaran yang bertentangan dengan agama, ujar Teungku Faisal Ali, dikutip dari rri.co.id.[]


