SIGLI – Aksi percobaan penculikan bayi dilaporkan terjadi di Gampong Geunteng Timu, Kecamatan Batee, Pidie, Senin, 20 Maret 2017, sekitar pukul 21.00 WIB. Istri seorang nelayan menggagalkan aksi itu setelah berduel dengan penculik.

Kapolres Pidie AKBP M. Ali Kadhafi didampingi Kapolsek Batee Iptu Much Aji kepada portalsatu.com, Selasa, 21 Maret 2017, mengatakan, saat kejadian itu Zul, seorang nelayan di gampong itu tidak berada di rumahnya. Di rumah Zul hanya ada istrinya, Nur yang sedang tidur, dan bayinya dalam ayunan.

Aji melanjutkan, tiba-tiba datang tamu tak diundang ke rumah warga itu dan mencoba mengambil bayi. Nur terbangun dan meraba-raba ayunan. Nur sangat kaget saat melihat bayinya tidak ada lagi dalam ayunan. Di tengah kepanikan itu, Nur melihat pintu belakang dan jendela rumahnya terbuka.

Nur kemudian mengambil batu di samping tempat tidur. Ia lantas menuju dapur. Di ruang dapur, ia mendapati pelaku yang memegang pisau, sedangkan bayi tampak dibaringkan di atas dapur.

“Korban (Nur) secara spontan melempar batu ke arah pelaku dan mengenai tangan pelaku, sehingga pisau jatuh dari genggamannya. Pelaku mencoba mengambil pisau yang jatuh, tetapi korban kembali melempar batu ke arah korban hingga mengenai punggung pelaku,” ujar Aji.

Setelah itu, kata Aji, Nur berupaya mengambil bayinya yang terbaring di atas dapur. Namun, pelaku menghalau dengan cara menarik rambut Nur. Korban akhirnya menjerit minta tolong kepada tetangganya.

Mendengar teriakan Nur, kata Aji, pelaku melepas rambut korban dan langsung melarikan diri.[]