Dalam waktu sela kunjungan kerja ke Meulaboh,  Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil menjadi khatib jumat di masjid Baitul Ma'mur, Meulaboh, 15 Februari 2019.

Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan tentang perkembangan teknologi yang begitu cepat dan pengaruh media sosial. Media sosial yang telah menjadi konsumsi publik dengan ratusan juta pengguna ponsel pintar perlu digunakan secara bijak.

Hal ini terutama tentang lalu lintas infornasi yang begitu mudah diakses, sehingga sangat rentan disusupi dengan berita bohong, kebencian dan fitnah.

Untuk itu ia berpesan agar bertabyyun saat satu berita masuk ke HP kita, dikonfirmasi dan dicek kebenarannya dengan sumber yang lain, agar kita tidak ikut dalam menyebarkan kebohongan yang bisa saja merugikan diri sendiri dan orang lain. Apalagi, katanya, dalam suasana tahun politik seperti sekarang ini.

“Sebab Islam juga sangat menekankan agar umatnya tidak latah dalam mengikuti satu hal (berita) yang belum diketahui kebenaran, karena pendengaran, mata dan hati kita akan dimintai pertang jawaban kelak,” katanya dengan mengutip ayat Alquran.

Maka adalah lebih baik kita bersikap diam bila sekiranya kita tidak bisa menyampaikan yang benar, sebagai wujud keimanan kepada Allah ini sejalan dengan Sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadisnya:”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata baik atau hendaklah diam”.[]

Penulis: Taufik Sentana