BLANGKEJEREN – Penggemar pacuan kuda di Kabupaten Gayo Lues mengaku kecewa lantaran jadwal pacuan kuda di Gayo Lues berbenturan dengan Aceh Tengah. Kondisi itu menyebabkan jumlah kuda yang ikut lomba jauh berkurang dan juga sepi penonton.

Ibrahim, salah satu penggemar lomba pacuan kuda di Gayo Lues, Selasa, 22 Agustus 2023, mengatakan biasanya ketika ada lomba pacuan kuda tidak pernah berbenturan jadwal antara Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.

“Saya selaku penggemar pacuan kuda merasa heran, kenapa Pordasi Aceh mengizinkan dua event dalam waktu bersamaan, dan ini baru pertama jadwal pacuan kuda berbenturan,” kata Ibrahim.

Dia meminta Pordasi Aceh memberikan tindakan keras kepada Pordasi kabupaten yang tidak patuh.

Ilias Coboy, Bendahara Pordasi Gayo Lues, mengatakan Pordasi Gayo Lues melaksanakan event pacuan kuda sudah sesuai prosedur. Sebelum diadakan event terlebih dahulu meminta izin kepada Pordasi Aceh.

“Kami dari Pordasi Gayo Lues mengajukan permohonan event pacuan kuda ke Pordasi Aceh tanggal 27 Juli 2023, kemudian 5 Agustus dikeluarkam rekom oleh Pordasi Aceh, dan 21 Agustus 2023 langsung kita adakan lomba,” katanya.

Ketua Pordasi Aceh, Rahmuddinsyah, S.Sos., mengatakan Pordasi Aceh hanya mengeluarkan rekom perlombaan pacuan kuda untuk Gayo Lues, sedangkan rekom untuk Aceh Tengah tidak ada.

“Hanya ke Gayo Lues rekom kami keluarkan. Dan kami sudah coba koordinasi sama semua pihak di Aceh Tengah untuk tidak menggunakan waktu yang sama, tapi tidak ditanggapi oleh Aceh Tengah,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Saat ditanya tindakan apa yang akan diberikan Pordasi Aceh kepada Pordasi kabupaten yang tidak menghiraukan Pordasi provinsi, Ketua Pordasi Aceh mengaku sedang memprosesnya.[]