TAPAKTUAN – Kegiatan Babinsa tidak memandang tempat dan kondisi lapangan. Jika masih ada peluang berbuat baik dan bermanfaat untuk masyarakat, lakukanlah.

Hal tersebut disampaikan Danramil 09/Trumon Kapten Inf. Muhammad Nasir kepada Pendim0107/Asel saat ditemui di kantornya, Gampông Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan, Senin (21/08/2017).

Danramil 09/Trumon, Kapten Inf. Muhammad Nasir, menyampaikan bahwa kegiatan Babinsa melakukan Komsos ke desa-desa binaanya.

“Kegiatan babinsa full, masing-masing ada tugasnya, termasuk Babinsa pemukiman Buluh Seuma yang desanya terujung jauh di pelosok berbatas dengan Aceh Singkil,” terang Danramil.

Babinsa Trumon dalam Kopda Abdul Majid dan Kopda Safwandi yang dipimpin Pelda Sabaruddin melaksanakan kegiatan Komsos membantu warga Buloh Seuma, Kecamatan Trumon, Minggu (20/08/2017) mengangkat beras dan barang belanjaan melewati jalan becek dan berlumpur yang sedang diperbaiki.

Pemukiman Buloh Seuma merupakan sebuah pemukiman yang terdapat di Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan. Buloh Seuma terdiri dari 3 buah gampông, yaitu Kuta Padang, Raket, dan Gampông Teungoh dengan mata pencaharian sebagai petani 70 persen, nelayan 20 persen, dan 10 persen lainya sebagai peternak lebah/madu dan jualan kecil-kecilan.

Kopda Abdul Majid yang membantu memikul beras warga menuturkan, Buloh Seuma masih daerah terisolasi.

“Kemukiman tersebut memiliki jarak tempuh ke pusat pemerintahan sekitar 125 km, dengan kondisi jalan rusak parah, tanpa diaspal, dan sangat sulit dilewati oleh kendaraan roda empat,” ungkapnya.

Selain jalan, sambungnya, jalan menuju ke kemukiman ini saat ini sedang dibuat, tetapi belum dapat dipergunakan sepenuhnya.

“Makanya kita turut membantu warga yang membawa sembako dan barang belanjaannya, mereka turun ke Trumon untuk belanja tiga hari sekali, bahkan seminggu sekali , kadang di tengah jalan motornya  terperosok ke dalam lumpur,” terang Babinsa.

Babinsa ikut prihatin dan berbagi suka duka dengan warga Buloh Seuma. Koramil 09/Trumon juga ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta peningkatan ekonomi dengan melakukan berbagai upaya.

Sebelumnya, pemukiman tersebut dikatakan terisolasi dilihat dari tidak adanya keluarga yang berlangganan telepon yang hal ini semakin diperparah dengan tidak adanya sinyal Hp di desa ini.

Tidak hanya itu, gambaran betapa desa ini begitu terisolasi, tertinggal, dan miskin, adalah tidak ada satu pun dari warga yang memiliki sambungan listrik PLN. Sebagian masyarakat hanya menggunakan listrik tenaga surya.

Namun saat ini, sedikit demi sedikit pemukiman ini mulai dibangun dengan masuknya listrik dan pembangunan jalur transportasi. Semoga pembangunan ini dapat mengembangkan dan meningkatkan status serta ekonomi masyarakat pemukiman Buloh Seuma.[] (*sar)