BLANGKEJEREN – Jalan lintas nasional yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) masih lumpuh total pascabanjir dan tanah longsor. Warga menilai pekerjaan yang dilakukan pihak terkait sangat lambat.

Salah seorang warga Blangkejeren, Dian, Rabu, 17 Desember 2025, mengatakan sudah 22 hari pascabanjir dan longsor, tetapi jalan lintas nasional itu masih belum bisa dilalui.

"Alat berat yang bekerja di Jalan Gayo Lues-Aceh Tenggara sangat sedikit, ini salah satu penyebab lambantnya pengerjaan jalan longsor," kata Dian.

Dian mendesak pihak terkait agar jangan memandang sebelah mata jalan tersebut. Sebab, jalan lintas Gayo Lues-Agara satu-satunya akses agar BBM, gas elpiji, dan barang kebutuhan pokok bisa stabil di wilayah Gayo Lues.

PPTK Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Irvan Syahputra, ditemui portalsatu.com/ di jembatan Aih Bobo Blangkejeren, mengatakan butuh waktu lama agar akses jalan Gayo Lues-Agara kembali normal.

"Ada beberapa titik jalan yang masih putus, dan ada beberapa titik jalan yang sudah dilakukan perbaikan. Yang sudah dilakukan perbaikan yaitu di Tetumpun sepanjang 300 meter, dan yang sedang dibuka jalan baru yaitu di Tangsaran 400 meter," kata Irvan.

Saat ini, lanjut Irvan, enam alat berat yang sedang bekerja di jalan lintas Gayo Lues daerah Ise-Ise hingga ke Rumah Bundar Aceh Tenggara, tetapi jalan lintas itu masih belum bisa ditembus.

"Kendala tidak ada, hanya saja ada sebagian jalan harus dibuat baru, pas dikerok, turun lagi tanah gunung yang atas," ujar Irvan.[]