Karena harus terjaga dini hari, banyak orang yang malas bangun dari tidur untuk makan sahur. Persoalan lain adalah, banyak juga yang memilih menu makan sembarangan saat sahur, asal perut terisi.

Padahal hal ini jelas merugikan kesehatan bagi orang yang ingin menjalankan ibadah puasa itu sendiri. Dr dr Samuel Oetoro, SpGK dari MRCCC Siloam Hospital Semanggi menegaskan, memang saat sahur, seseorang tidak dapat mengonsumsi makanan dalam porsi besar.

“Tetapi kalau tidak sahur, Anda tidak sehat,” katanya kepada detikHealth saat ditemui baru-baru ini.

dr. Samuel mengingatkan, menu sahur yang ideal adalah karbohidrat, protein, dan vitamin. Ini bisa didapat dari buah dan sayur.

Ahli gizi itu juga mengingatkan, jam sahur paling ideal adalah mendekati imsak. “Karena Anda akan tidak makan 14 jam. Dengan makan menjelang imsak, gula darah bisa tetap stabil,” terangnya.

Meski demikian, dr Samuel menambahkan, bila ingin tahan puasa sekaligus menjaga gula darah, karbohidrat yang dikonsumsi haruslah karbohidrat kompleks, yaitu yang tinggi serat.

“Buah yang diblender dengan kulitnya dan ampasnya, sehingga penyerapannya pelan-pelan. Kalau penyerapan karbonya pelan, dia juga akan turun pelan-pelan sampai siang,” jelasnya lagi.

Di sisi lain, Retno Pangastuti, DCN, MKes dari RSUP Dr Sardjito mengatakan, makan sahur memang tidak harus menjelang imsak, sebab ia khawatir ini akan kebablasan dan berakibat pada makan terburu-buru atau bahkan lewatnya batas imsak.

Tetapi bila yang bersangkutan ketiduran, tidak ada yang bisa dilakukan untuk membuatnya bertahan puasa seharian tanpa makan sahur sama sekali. Jangan heran jika ia mengeluh lemas selama berpuasa.

“Makanya yang bisa dilakukan ya hanya pasang alarm,” tegas Retno saat ditemui dalam kesempatan terpisah. | sumber : detik