Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
Beranda'Jangankan Laptop dan...

‘Jangankan Laptop dan HP, Susu Anak pun Dicuri’

LHOKSUKON — Tersangka pencurian yang menggasak rumah dinas Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu, 16 Desember 2017 malam, diduga sempat hendak membawa kabur sepeda motor di dalam rumah.

Pemilik rumah, Abdul Wahab mengatakan, kunci sepeda motor yang awalnya terletak di atas kulkas telah berpindah ke lubang kunci sepeda motor.

“Kunci sepeda motor diletakkan istri saya di atas kulkas. Sebelum pergi makan malam, kunci itu masih di tempatnya. Namun saat pulang, kunci itu sudah berpindah ke lubang kunci sepeda motor. Mungkin sempat hendak dibawa kabur, tapi tidak jadi mengingat di depan rumah kan SBPU yang selalu ramai,” ujar Abdul Wahab, 45 tahun, Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, saat ditemui portalsatu.com di rumahnya, Minggu, 17 Desember 2017.

Efridawati, 34 tahun, istri Abdul Wahab mengatakan, saat kejadian rumahnya dalam keadaan kosong. Ia bersama orang tua dan adik-adiknya pergi makan malam ke Kota Lhoksukon, sementara suaminya dalam perjalanan pulang dari Medan, Sumatera Utara.

“Selepas magrib, saya bersama keluarga pergi makan malam ke Kota Lhoksukon, setelah itu kami lanjut bersantai ke lapangan Lhoksukon. Tepat pukul 21.15 WIB kami pulang ke rumahnya dan duduk di teras sebentar. Adik ipar saya masuk ke kamar tamu dan melihat isi tasnya berantakan. Lalu ia melihat ke kamar depan, ternyata seluruh isi lemari berserakan,” kata Efridawati.

Mendengar adik iparnya berteriak, Efridawati langsung masuk dan memeriksa laptopnya di dalam kamar yang ternyata telah hilang. Ketika diperiksa lebih jauh seluruh bagian rumah, ia melihat jendela di ruang keluarga sudah terbuka dan ada bekas dicongkel paksa.

“Kami kehilangan dua laptop, dua handphone, satu tablet, satu kamera, uang tunai Rp2 juta, PSV game, tiga jam tangan dan sebuah tas travel. Uang itu saya simpan di dalam dompet yang saya taruh di dalam tas, tapi yang hilang hanya dompet dan uang, sedangkan tas dan isi lainnya berserakan di lantai. Bukan hanya itu, susu kotak yang dibawa orang tua saya untuk cucunya juga diambil maling itu,” kata Efridawati.

Sebelumnya, rumah dinas Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Abdul Wahab, yang terletak di pinggiran jalan Medan – Banda Aceh, Gampong Meunasah Rantoe, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, digasak maling, Sabtu, 16 Desember 2017 sekitar pukul 21.15 WIB. Saat kejadian, istri korban bersama keluarganya sedang makan malam di salah satu cafe dan resto di Kota Lhoksukon.[]

Baca juga: