SIGLI -Setelah dilakukan pencarian selama 21 jam sejak terseret arus Irigasi Pinto Sa Tiro, Pidie, Senin, 24 April 2023, sekira pukul 13:30 WIB, akhirnya korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, Selasa 25 April 2023. Jasad Razul ditemukan sekitar 400 meter dari lokasi pemandian irigasi.

Sekretaris Satgas SAR Kabupaten Pidie, Sayed Mauladi, kepada portalsatu.com/, mengatakan jasad Razul, remaja asal Gampong Dayah Kumba, Mutiara Timur, sudah dievakuasi setelah ditemukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tiro. Jarak dari Irigasi Pinto Sa sekitar 400 meter.

“Upaya pencarian melibatkan Basarnas Aceh, Satgas SAR Pidie, Polres Pidie, Polsek Tiro, Koramil Tiro, RAPI Pidie dan Komunitas 4×4 serta masyarakat sejak kemarin pascamusibah. Hari ini kita baru berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Sayed Mauladi.

Setelah ditemukan jasad korban dibawa ke Puskesmas dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga di Gampong Dayah Kumba, Mutiara Timur.

Proses pencarian sempat terkendala, kata Sayed, karena Satgas SAR Pidie tidak memiliki peralatan selam, sehingga harus meminta bantuan ke Basarnas Aceh. Bahkan, menurutnya, sempat tertunda 3,5 jam sejak dilaporkan kejadian pada pukul 13:30 WIB kemarin. Karena menunggu alat selam dari Banda Aceh, proses penyelaman baru dilakukan pukul 17:00 WIB.

“Ini satu kendala dari kita Satgas SAR Pidie. Jika peralatan ada, kita bisa langsung melakukan upaya pencarian tanpa menunggu Basarnas Aceh,” ungkap Sekretaris Satgas SAR Pidie.

Untuk itu, pihaknya sangat mengharapkan Pj. Bupati dan DPRK Pidie dapat menyediakan peralatan kebutuhan penyelamatan korban tenggelam, sehingga Satgas SAR dapat bergerak dengan cepat melakukan upaya pencarian.

Sebelumnya diberitakan, seorang remaja asal Gampong Dayah Kumba, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Razul (16), tenggelam di Irigasi Pinto Sa Tiro, Gampong Cot Baduek, Kecamatan Tiro, Senin, 24 April 2023, sekira pukul 13.30 WIB.[](Zamahsari)