Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaInspirasiIslamKata Habib Abdurrahman...

Kata Habib Abdurrahman Soal Minta Maaf dan Memaafkan

Meminta maaf dan memaafkan sama-sama perbuatan yang mulia. Orang yang mau meminta maaf atas kesalahannya mencerminkan pribadi yang tawadhu, berani, dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain mencerminkan pribadi yang sabar, ikhlas, berjiwa pemaaf, dan mampu meredam nafsu amarah.

Ketua Majelis Taklim dan Dzikir Baitul Muhibbin, Habib Abdurrahman Asad Al Habsyi, menjelaskan kata maaf berasal dari bahasa Arab al-‘afwu yang artinya sikap memberi ampun terhadap kesalahan orang lain tanpa ada rasa benci, sakit hati, atau balas dendam.

Allah SWT menyebut dirinya sebagai ‘Afuwwun yang artinya Mahapemaaf. Sebagaimana firman-Nya dalam Alquran surat An Nisa ayat 149, yang artinya: “Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan orang lain, maka sesungguhnya Allah Mahapemaaf lagi Mahakuasa.” (QS An Nisa 149)

Oleh karena itu, menurut Habib Al Habsyi, momentum Idulfitri merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk bertemu dengan setiap sanak keluarga untuk saling meminta maaf dan memberi maaf.

“Pertemuan secara fisik sekarang ini sangatlah mahal. Mudik untuk lebaran dengan segenap perjuangan dan kerepotannya sesungguhnya dilakukan dalam kerangka memenuhi kebutuhan mendasar manusia, yaitu kebutuhan perennial. Kebutuhan berupa maaf. Memaafkan adalah solusi, sedangkan memupuk dendam adalah delusi. Memaafkan membawa Anda kepada kebahagiaan. Tidak memaafkan menarik Anda kepada kegelisahan,” kata Habib Abdurrahman Al Habsyi dalam keterangan tertulis, Senin, 24 April 2023.

Habib Abdurrahman mengatakan memaafkan berarti mensucikan dan mencerahkan. Sementara orang yang memiliki dendam justru mencemari dan menggelapkan diri.

Dia mengatakan orang yang mudah memaafkan lebih sehat secara fisik dan mental karena lebih bahagia. Penelitian mutakhir menunjukkan, orang pemaaf memiliki kesehatan yang lebih baik, mendapat dukungan sosial yang lebih kuat (artinya lebih banyak punya teman yang setia).

Orang yang mau minta maaf dan yang memaafkan akan terhindar dari penyakit fisik dan psikis, seperti depresi, stres, dan kecemasan serta lebih kurang mengalami masalah dalam hubungan interpersonal.[](republika.co.id)

 

Baca juga: