LHOKSUKON – Nurdin bin Ismail alias Din Minimi menjenguk 11 anggotanya yang kini mendekam di Rutan Cabang Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa, 31 Mei 2016.

Dalam kunjungan silaturahmi menjelang bulan suci Ramadan tersebut, Din Minimi ikut didampingi dua anggota Badan Intelijen Negara (BIN).

“Kami sangat senang Din Minimi datang berkunjung. Setidaknya itu menepis omongan sejumlah narapidana lain bahwa kami telah dilupakan. Kedatangan Din Minimi membuktikan kami masih dipedulikan atau dianggap,” kata Jalfanir alias Tgk. Plang, 44 tahun, narapidana Rutan Lhoksukon yang merupakan salah satu anggota Din Minimi saat ditemui portalsatu.com.

Tgk. Plang ditangkap 5 Mei 2015 lalu di Gampông Limpok, Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Ia berhasil ditangkap setelah ditembak kaki kanannya.

Menurut Tgk. Plang, dalam kunjungan tersebut Din Minimi memberikan bantuan uang kepada 11 anggotanya. Selain sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap anggota dan keluarga, santunan itu juga diberikan sesuai adat istiadat masyarakat Aceh menjelang tradisi meugang sebelum Ramadan.

“Tadi kami sempat mempertanyakan perihal amnesti dan nasib kami di dalam Rutan. Din Minimi tidak bisa memberi jawaban, mengingat kebijakan ada di tangan presiden. Tadi Din Minimi datang bersama Rembo dan dua orang lainnya yang kami tidak kenal,” ujarnya.

Setelah adanya kunjungan dari Din Minimi, Tgk. Plang dan Faisal Rani alias Komeng tetap menaruh harapan seperti sebelumnya. Mereka meminta ampun kepada semua pihak yang telah diperlakukan semena-mena, baik korban yang pernah mereka culik atau pun masyarakat. Mereka juga meminta hukuman yang telah dijalani agar diringankan.

“Kunjungan Din Minimi tadi terbilang cukup singkat, tapi kami senang dan memakluminya. Kata Din Minimi, ia akan melanjutkan perjalanan ke Lapas Lhokseumawe, Bireuen dan Banda Aceh untuk mengunjungi anggota lainnya,” kata Tgk. Plang yang dibenarkan Komeng.

Sementara itu, Kepala Rutan cabang Lhoksukon, Effendi membenarkan adanya kunjungan tersebut. “Ya, tadi Din Minimi datang berkunjung membesuk anggotanya. Pertemuan dilakukan tertutup sesuai permintaan mereka. Kami menyambut baik hal ini dan pertemuan pun berjalan lancar. Dini Minimi datang untuk memberikan santunan kepada anggotanya. Terkait amnesti jika memang sudah diputuskan presiden, kami pun tidak akan mempersulit,” kata Effendi.[](ihn)