LHOKSEUMAWE – Aparat keamanan di Aceh Utara dan Lhokseumawe memonitor situasi dalam rangka Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember 2020.
Hal itu disampaikan Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, dan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, kepada wartawan usai apel pengamanan VVIP di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Rabu, 2 Desember 2020, sore. Apel pengamanan itu disebut untuk kesiapsiagaan jika ada kunjungan Presiden, Wakil Presiden maupun pejabat negara lainnya.
Menurut Dandim Oke Kistiyanto, pihaknya memonitor situasi dan kondisi di Aceh Utara dan Lhokseumawe jelang Milad GAM untuk antisipasi keamanan, yang dilakukan sesuai protap (prosedur tetap) seperti biasa dari tahun ke tahun.
“Ini kan konflik di Aceh sudah lama berakhir dan kini menjadi damai. Jadi, kalau ada yang seperti ini (pengibaran bendera bulan bintang), itu mungkin hanya oknum tertentu saja yang melakukannya. Kita berharap kepada oknum tersebut janganlah sampai merusak perdamaian,” kata Oke Kistiyanto.
Oke menyebut perlu dijaga betul bahwa Aceh sudah damai. “Jadi, bendera dan lambang-lambang yang ada separatis itu memang tidak diperbolehkan untuk dikibarkan. Karena itu memang sudah ada aturannya. Maka diharapkan mari bersama-sama menjaga kedamaian dan jangan membuat situasi yang sudah nyaman seperti ini akan menjadi tidak baik,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Dandim mengimbau kepada masyarakat dan ekskombatan GAM yang melaksanakan perayaan (Milad GAM) pada 4 Desember agar tidak melupakan bahwa “kita dalam rangkaian MoU Helsinki dan ada butir-butir perdamaian maupun undang-undang yang mengatur. Maka itu harus ada yang dipatuhi dan jangan memaksakan kehendak”.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, mengatakan apabila nantinya ada pihak yang melakukan pengibaran bendera itu (bulan bintang), pihaknya tetap akan bernegosiasi untuk dapat diturunkan. Untuk pengamanan nanti pihaknya akan menurunkan tim gabungan, personel Polres Lhokseumawe dikerahkan sebanyak 545 dan dibantu Brimob Detasemen B Jeulikat maupun prajurit TNI.
“Kita sudah mapping bersama bahwa ada sejumlah titik rawan di wilayah Aceh Utara, yaitu Kecamatan Samudera, Nisam, Simpang Keuramat, Sawang dan ada juga di kawasan Lhokseumawe,” ujar Eko.[]



