ACEH UTARA — Di balik gemerlap lampu dan kemeriahan pameran produk masyarakat, sebuah pemandangan hangat terlihat di stan Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara. Selama pergelaran Piasan Pase 2026, stan ini menjadi salah satu titik yang paling ramai diserbu warga yang ingin peduli pada kondisi tubuh mereka.
Acara yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara untuk memperingati Hari Jadi Samudra Pasai dan Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara ini berlangsung sejak 7 hingga 13 September 2026. Bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, Piasan Pase terbukti tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga ruang pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Di sela-sela menikmati suasana pasar malam dan pameran, satu per satu warga melangkah masuk ke stan Dinkes. Mayoritas dari mereka adalah masyarakat paruh baya hingga lanjut usia (lansia) yang dengan sabar mengantre untuk memeriksakan diri.
Tenaga Kesehatan Dinkes Aceh Utara, Ns. Susanti Lesiana Sari, S.Kep., tersenyum melihat tingginya kesadaran dan antusiasme warga yang datang berbondong-bondong.
“Banyak sekali warga yang masuk ke stan Dinkes untuk mengecek kesehatannya. Rata-rata berusia paruh baya maupun lansia,” kata Susanti hangat dalam keterangannya, Ahad, 13 September 2026.
Dari balik meja pemeriksaan, jemari para nakes sigap memeriksa tensi dan sampel darah warga. Susanti membeberkan, sebagian besar pengunjung yang datang mengeluhkan kondisi kesehatan seputar kadar gula darah yang tinggi, kolesterol, serta hipertensi. Sementara untuk keluhan asam urat, jumlahnya relatif lebih sedikit.
Dukungan nyata terhadap gerakan hidup sehat ini tidak hanya datang dari masyarakat biasa. Pada Sabtu (12/9) malam, suasana stan Dinkes mendadak riuh saat Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil—akrab disapa Ayahwa—turut hadir. Bukan sekadar meninjau, Ayahwa langsung duduk di hadapan para nakes untuk ikut memeriksakan kondisi kesehatannya sendiri.
Usai diperiksa, Ayahwa menyempatkan diri berbincang akrab dengan jajaran tenaga kesehatan. Dengan nada penuh perhatian, ia menitipkan pesan mendalam agar pelayanan medis di Aceh Utara selalu mengedepankan sisi humanis dan keramahan. Baginya, kesembuhan seorang pasien sering kali dimulai dari senyuman dan ketulusan hati yang melayaninya.
“Berikan pelayanan dengan baik ketika pasien berobat atau dirawat di rumah sakit. Karena kesembuhan mereka bukan hanya dari ketersediaan obat, tapi juga berpengaruh terhadap sikap para tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat. Jangan mengabaikan hak-hak pasien,” ujar Ayahwa mengingatkan.
Ayahwa mengapresiasi kerja keras dan dedikasi yang selama ini telah ditunjukkan oleh para nakes, baik yang bertugas di garda terdepan Puskesmas maupun di Rumah Suku Umum Daerah. Kendati demikian, ia berharap capaian baik ini tidak membuat mereka berpuas diri. Pelayanan yang mudah, cepat, dan ramah harus terus ditingkatkan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah di saat mereka sedang sakit.
“Ke depan perlu ditingkatkan lagi supaya tingkat pelayanan kesehatan khususnya di Aceh Utara, dapat semakin baik di mata masyarakat luas,” ungkap Ayahwa optimis.
Kebersamaan di stan Dinkes tersebut menjadi salah satu cerita manis sebelum rangkaian Piasan Pase resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, atau yang akrab disapa Dek Fadh, bersama unsur Forkopimda pada Ahad (13/9) malam. Kemeriahan pesta rakyat ini pun ditutup dengan syahdu lewat penampilan grup musik legendaris Aceh, Apache, yang sukses menghibur ribuan pengunjung yang memadati lapangan hingga akhir acara.[]





