BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, turun langsung memantau pelaksanaan Pasar Murah Daging Meugang yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh daging dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Peninjauan dilakukan pada Senin (25/5/2026) di salah satu lokasi pasar murah, yakni kawasan Eks Suzuya Shopping Centre. Kehadiran wali kota sekaligus untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lancar dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Program Pasar Murah Daging Meugang berlangsung selama dua hari, mulai 24 hingga 25 Mei 2026. Pada hari pertama, penjualan daging dipusatkan di Gampong Lhong Raya, halaman SD Negeri 56 Lamglumpang Kecamatan Ulee Kareng, serta Jalan Rama Setia, Gampong Lampaseh Aceh.

Memasuki hari kedua, lokasi penjualan diperluas dan dipindahkan ke halaman Kantor Perumda Tirta Daroy Kecamatan Kuta Alam, kawasan Eks Suzuya Shopping Centre, serta kembali dibuka di Jalan Rama Setia Lampaseh Aceh. Strategi penyebaran lokasi tersebut dilakukan untuk memudahkan akses masyarakat dari berbagai wilayah sekaligus mengurangi penumpukan pembeli di satu titik.

Dalam program ini, Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan sebanyak 20 ekor sapi yang dipotong khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar murah. Daging yang dijual kepada masyarakat dibanderol dengan harga Rp150 ribu per kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar yang biasanya mengalami kenaikan menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Illiza mengatakan pasar murah daging meugang merupakan program rutin yang dilaksanakan pemerintah kota setiap menjelang Hari Raya Idulfitri maupun Iduladha sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.

“Seperti hari raya sebelumnya, kita kembali melaksanakan pasar murah daging. Dalam program ini pemerintah memberikan subsidi, terutama untuk biaya pemotongan dan berbagai komponen lainnya sehingga masyarakat bisa mendapatkan daging dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Illiza.

Menurutnya, tradisi meugang memiliki nilai budaya dan sosial yang sangat kuat bagi masyarakat Aceh. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan seluruh lapisan masyarakat tetap dapat menikmati tradisi tersebut, termasuk warga dengan kondisi ekonomi yang terbatas.

Ia juga mengaku senang melihat tingginya antusiasme masyarakat yang datang untuk membeli daging subsidi. Sejak pagi, warga terlihat memadati sejumlah titik penjualan untuk mendapatkan daging dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Alhamdulillah, untuk Iduladha tahun ini kita menyediakan daging dari 20 ekor sapi. Saya melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Menjelang Iduladha, tentu kebutuhan daging meningkat dan program ini sangat membantu masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Illiza menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus mempertahankan program pasar murah sebagai salah satu instrumen pengendalian harga dan perlindungan daya beli masyarakat.

“Kita akan terus konsisten memberikan subsidi melalui pasar murah daging meugang. Ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi kebutuhan menjelang hari-hari besar keagamaan,” tegasnya.

Menurut Illiza, selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan di pasaran agar tidak terjadi lonjakan yang memberatkan warga.

Ia berharap pelaksanaan pasar murah daging meugang dapat memberikan manfaat yang luas serta menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Iduladha.

“Semoga program ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dan membantu mereka menyambut Idul adha dengan penuh suka cita bersama keluarga,” pungkasnya. [Adv]