SUBULUSSALAM – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Subulussalam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan sejumlah swalayan untuk memastikan ketersedian bahan pokok menjelang Ramadhan 1443 H, Minggu, 27 Maret 2022.
Rombongan TPID yang dipimpin Asisten II Setdako Subulussalam, Lidin, S.H bersama Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Masri, S.P dan Kabag Ekonomi Setdako Khairulsyah, S.E mengawali sidak ke agen penyaluran Elpiji 3 kilogram PT Laut Tawar Beuna GAS di Kecamatan Penanggalan.
Ketersedian GAS Elpiji 3 kilogram jelang Ramadhan masih stabil dengan harga jual di pangkalan Rp20.500 per tabung. Menurut keterangan pihak agen, bulan depan akan ada penambahan 1.120 tabung per hari dari kuota sebelumnya 1.120 sehingga menjadi 2.240 per harinya, diharapkan ketersedian GAS Elpiji dapat terpenuhi selama Ramadhan 1443 H.
Setelah sidak ke agen penyaluran Elpiji, rombongan TPID bergerak ke pasar tradisional Penanggalan dan di Simpang Kiri mengecek harga bahan pokok seperti beras berkisar Rp16.000 sampai Rp17.000 per bambu masih stabil belum ada pergerakan naik.
Sedangkan harga komoditas pangan lainya ada yang mengalami penurunan seperti cabe merah Rp40.000 dari sebelumnya Rp50.000 per kilogram. Tomat sebelumnya Rp15.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Bawang merah dari harga Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram dan bawang putih berkisar Rp28.000 sampai Rp30.000 per kilogram.
Sedangkan harga gula pasir masih stabil baik di pasar tradisional Penanggalan dan Simpang Kiri berkisar Rp14.000 sampai Rp15.000 per kilogram, begitu juga harga telor ayam Rp40.000 per papan. Selain itu, harga cabe rawit juga masih stabil Rp35.000 per kilogram.
“Harga bahan pokok masih stabil, bahkan ada beberapa justru mengalami penurunan seperti cabe merah, bawang merah dan tomat,” kata Kabag Ekonomi Setdako Subulussalam, Khairulsyah.
Sementara minyak goreng curah mengalami kenaikan jika sebelumnya Rp14.000 per kilogram, naik berkisar antara Rp16.000 sampai Rp19.000 per kilogram. Minyak goreng kemasan Sunco isi 2 liter di pasar tradisional penanggalan mencapai Rp53.000. Adapun harga migor merek Bimoli isi 2 liter hasil pengecekan di sejumlah swalayan berkisar Rp47.500 sampai Rp48.000.
“Minyak goreng mengalami kenaikan, selain itu juga mulai langka. Mudah-mudahan jelang bulan puasa ini stok migor kembali stabil,” kata Khairulsyah.[]



