Senin, Juli 15, 2024

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...

Kadispora Lhokseumawe Apresiasi Pejuang...

LHOKSEUMAWE - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Provinsi Aceh di Aceh Timur...
BerandaJembatan Ambruk, Warga...

Jembatan Ambruk, Warga Kesulitan Jual Hasil Bumi

MEULABOH – Jembatan rangka baja Ulee Raket di kawasan Desa Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI, ambruk akibat meluapnya aliran sungai di daerah itu, Kamis, 31 Oktober 2019. Kondisi itu berdampak terganggunya aktivitas perekonomian masyarakat di Kecamatan Kaway XVI dan Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.

“Dampak yang dirasakan masyarakat yaitu jarak tempuh untuk menjual hasil bumi ke pusat ibu kota kabupaten atau kecamatan lainnya justru bertambah,” kata Camat Kaway XVI, Fadlian Syahputra, Kamis malam.

Menurut Fadlian, salah satu sumber pendapatan ekonomi masyarakat di daerah itu bertumpu pada aneka hasil kebun, pertanian, dan palawija, yang dijual setiap kali panen, untuk menambah sumber pendapatan keluarga.

Sebelum jembatan ini ambruk, masyarakat di Kecamatan Kaway XVI, yang ingin menjual aneka hasil kebun dan komoditas lainnya ke Kecamatan Pante Ceureumen, hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga satu jam lamanya.

Akibat rusaknya jembatan tersebut, dipastikan jarak tempuhnya ikut bertambah di atas satu jam. Mengingat masyarakat harus mengambil jalur alternatif guna menempuh ke kecamatan lain, termasuk sebaliknya dari Kecamatan Pante Ceureumen menuju Kecamatan Kaway XVI atau ke Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat.

Dengan putusnya sarana transportasi di daerah ini, pihaknya mengimbau masyarakat agar bersabar karena saat ini Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berupaya melakukan perbaikan agar akses masyarakat di daerah tersebut ke depan tidak lagi terganggu. 

Meluap air sungai

Jembatan rangka baja mengubungkan antarkecamatan di lintasan Meulaboh-Pante Ceureumen kawasan Desa Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, putus dan ambruk ke dalam sungai setelah diterjang banjir, Kamis siang pukul 14.25 WIB.

Dampak musibah ini juga menyebabkan aktivitas masyarakat yang selama ini sering melintasi jembatan ini ikut terganggu, sehingga warga terpaksa menggunakan jalan alternatif yang jaraknya lebih jauh dari jalan nasional.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena saat kejadian tidak ada warga yang melintas,” kata T. Abdurrazak, seorang warga ditemui Kamis siang.

Sebelumnya, jembatan rangka baja tersebut memang dalam keadaan rusak parah dan miring setelah diterjang luapan air di daerah aliran sungai (DAS) Krueng Meureubo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Mukharuddin diwakili Koordinator Pusdalops, Mashuri mengatakan ambruknya jembatan rangka baja di kawasan Ulee Raket, Kecamatan Kaway XVI, Kamis siang jelang sore, diduga akibat meluapnya aliran sungai. Arus sungai yang deras diduga menyebabkan bagian abutmen jembatan terkikis air, sehingga bagian jembatan ambruk.

Menurutnya, jembatan tersebut selama ini dalam kondisi rusak parah dan miring akibat diterjang banjir pada tahun 2018 lalu, sehingga akses masyarakat di daerah itu ikut terganggu. “Jembatan yang ambruk tersebut kini tidak bisa lagi digunakan oleh masyarakat. Warga harus menggunakan akses badan jalan lainnya yang jaraknya sangat jauh dari ruas jalan nasional atau jalan provinsi,” ucap Mashuri.

Reporter: Teuku Dedi Iskandar.[]Sumber: antaranews.com

Baca juga: