BLANGKEJEREN — Putusnya jembatan darurat itu juga menyebabkan ratusan warga dibeberapa desa tak bisa lagi menuju pusat Kabupaten Gayo Lues, jembatan darurat itu merupakan satu-satunya penghubung antara Gayo Lues dengan Kecamatan Pining tembus ke Aceh Timur.

“Tadi rencananya mau ke Lokop Aceh Timur, tapi tidak bisa lewat karena jembatan darurat di sungai Pining hanyut, sementara jembatan permanen yang sedang dibangun belum selesai, makanya kami terpaksa pulang lagi,” kata Hj Salamah Anggota DPRK Gayo Lues dari Partai Demokrat Kamis malam, 12 Desember 2019.

Menurut informasi dari masyarakat kata Hj Salamah, jembatan itu hanyut dibawa arus sunggai lantaran dibanggun sangat rendah, sehingga ketika air sunggai naik dimusim hujan langsung diseret derasnya arus sunggai.

“Tadi kami sempat berbincang-bincang dengan Aman Jarum warga Desa Pintu Rime, Kecamatan Pining, saat ini warga meminta kepada pihak terkait agar kembali membangun jembatan darurat supaya warga bisa menuju ka Blangkejeren lagi,” jelasnya.

Akibat jembatan darurat putus itu, warga Blangkejeren yang biasa berdagang ke Kecamatan Pining juga dipastikan terpaksa membuka lapak di dekat perumahan warga Pintu Rime lantaran tidak bisa melintas ke pusat kota Kecamatan Pining.

“Untuk itu warga Gayo Lues yang mau menuju Aceh Timur atau warga Aceh Timur yang mau menuju Gayo Lues lewat jalur Pining Lokop agar menunggu jembatan darurat selesai, atau menggunakan jalur lain seperti jalan KKA Bener Meriah atau jalur Medan,” himbau Hj Salamah. [Win Porang]