IDI RAYEUK – Jembatan penghubung antara desa Lhoksentang Kecamatan Julok dan Dusun Neubok Bunta, Kecamatan Sp. Ulim, nyaris ambruk. Padahal, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses bagi ratusan santri di daerah pedalaman Aceh Timur setiap harinya. Tak jarang diantara mereka menjadi korban.
Jembatan dengan konstruksi tiang beton itu terlihat miring. Papan yang dijadikan lantai juga sudah lapuk dan tidak tersusun lengkap.
Informasi yang diterima wartawan menyebutkan, jembatan itu rusak akibat diterjang derasnya aliran sungai yang melingkari Desa Neubok Bunta. Sungai itu bermuara dari alur Arakundo.
Pimpinan Pesantren Darul Muta'alimin Dusun Neubok Bunta, Desa Teupin Breuh, Kecamatan Sp. Ulim, Aceh Timur, Tgk. Bustamam, mengatakan, jembatan itu dibangun tahun 2007, masa Muslim Hasballah menjabat Bupati Aceh Timur.
Ia mengaku jembatan yang bertepatan dengan pesantrennya itu dibangun dengan dana Rp70 juta, bersumber dari APBK Aceh Timur.
“Trep ka kondisi jembatan lage nyan, trep, aneuk miet pih jai yang ka rhet lam krueng. (Kondisi jembatan seperti itu sudah lama, banyak anak-anak pengajian yang sudah jatuh ke sungai-red),” kata Tgk Bustamam, yang akrab disapa Abi Neubok Bunta itu kepada portalsatu.com, Senin, 26 Juni 2017.
Ia mengatakan, aliran sungai Neubok Bunta itu juga meluap setiap tahun. Jembatan dengan kondisi memprihatinkan itu juga semakin terkikis dan terancam ambruk.[]



