NAGAN RAYA – Jenazah Muhammad Nasir, korban Lion Air JT – 610 asal Kabupaten Aceh Selatan, tiba di Bandara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya, Senin, 5 November 2018, siang.

Jenazah korban dibawa pulang ke kampung halamannya di Gampong Jambo Apa, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, untuk dikebumikan.

Saat mendarat, jenazah Muhammad Nasir didampingi kedua orangtua korban, istri dan anaknya yang berusia 1,6 tahun. Isak tangis keluarga dan sanak famili mengiringi pendaratan jenazah M. Nasir di Bandar Udara Cut Nyak Dhien.

Jenazah korban diberangkatkan ke Aceh melalui Bandara International Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara,menggunakan Wings Air ATR 70-600, setelah sebelumnya diidentifikasi oleh pihak berwenang di Jakarta.

Sebelumnya, pria asal Aceh Selatan Muhammad Nasir dikabarkan namanya berada dalam daftar penumpang Lion Air JT – 610 yang jatuh hingga tenggelam di perairan Karawang, Jawa Barat.

Kebenaran bahwa yang bersangkutan merupakan salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610 sudah dikonfirmasi sang istri ke perusahaan tempat korban bekerja.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma, yang juga sepupu korban mengatakan, orangtua yang bersangkutan langsung bertolak ke Jakarta mengecek kebenarannya.

"Dia (korban) berangkat ke Pangkal Pinang. Istrinya sudah konfirmasi ke perusahaan tempatnya bekerja. Dan benar, bahwa dia ada di pesawat itu," ungkap Syazalisma kepada portalsatu.com/, 5 November 2018.

Hasil penelusuran, Muhammad Nasir adalah putra dari mantan Camat Bakongan Timur, Aceh Selatan, Nuzaifah, dan selama ini berdomisili di Cianjur, Jawa Barat. Selama ini, korban bekerja di sebuah perusahaan alat medis di Jakarta bernama Sonna Medika Jaya.[]