WARUNG Kopi Rusli atau Ayah Li berada di pinggiran kota Ulee Glee, Ibukota Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya. Warkop itu milik almarhum Rusli. Di samping warkop itu, Rusli semasa hidupnya juga mendirikan usaha penggilingan bubuk kopi “UD. Goreng Kopi Rusli” dengan merek kopi “Keluarga Sejahtera”.

Walaupun sang pendiri dan pencetus usaha itu telah tiada, tapi namanya masih dikenang. Lewat bubuk kopi dari usaha penggilingan tersebut telah membesarkan beberapa warkop di seputaran Pidie Jaya, dan kabupaten/kota lainnya di Aceh. Misalnya, warkop Leubu Ulee Glee, Warkop Nikmat Meureudu, Warkop Bahtera Kopi. Bubuk kopinya berasal dari usaha penggilingan kopi milik (alm.) Rusli yang kini dikelola anaknya.

“Usaha yang telah dirintis ayahanda, kini keluarga yang mengelolanya,” kata Fakhrurrazi Binti Rusli, M.Si., putra (alm.) Rusli, kepada portalsatu.com, Rabu, 23 November 2016.

Penabalan nama “Keluarga Sejahtera” tampaknya laksana doa. Maklum, banyak keluarga atau usaha warkop terkenal lewat bubuk kopi itu yang menyimpan “seribu rasa sejuta nikmat”.

Usaha produksi bubuk kopi tersebut dididirikan tahun 1983 di kampung asal Rusli, Meunasah Baroh, Ulee Glee. Setelah sekian lama merantau ke Negeri Jiran, Malaysia, akhirnya Rusli pulang kampung dan mendirikan usaha itu. Para pecandu kopi yang melintasi Ulee Glee rasanya belum lengkap tanpa mencicipi segelas kopi warkop Rusli. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan “Kopi Malaya”, karena Rusli sepulang dari Malaysia membuka  usaha itu.

“Beliau sepulang merantau dari Malaysia dan tidak berniat lagi kembali ke sana, maka didirikanlah usaha penggilingan bubuk kopi dan warkop,” ujar Fakhrurrazi yang juga salah seorang PNS di RSUD Pidie Jaya.

Fakhrurrazi menyebutkan, selain ke beberapa daerah lainnya di Aceh, bubuk kopi tersebut juga dikirim ke Padang hingga Malaysia. Namun kini tidak lagi dicantumkan merek pada bubuk kopi tersebut, karena sudah dikenal masyarakat luas, termasuk mengetahui lokasi produksinya. Yaitu, di warkop Ulee Glee Kopi, bersebelahan dengan Makoramil Bandar Dua.

“Mangat that kopi di sinan. Meunyoe perle bubuk kopi, jak laju rap kantoe Koramil Ulee Glee,” ujar Teungku Iswadi Arsyad, salah seorang pelanggan tetap dari Samalanga, Bireuen, yang secara khusus datang ke warkop tersebut.[]