BANDA ACEH – Aceh di masa kini mendapatkan kesempatan menjalin hubungan dengan Afrika, terutama di dalam bidang persaudaraan, ilmu pengetahuan, dan perdagangan.

Demikian kata aktivis di Acehnese Civil Society Task Force (ACSTF), Juanda Djamal, yang dijadwalkan memberi materi pada bincang kebudayaan bertajuk “Hubungan Aceh dan Afrika”, Sabtu, 12 Maret 2016, pukul 14:00 WIB di Sultan II Selim ACC, Banda Aceh.

Juanda mengatakan, dalam era terakhir, hubungan yang terbangun antara Aceh dan Afrika terkait dengan perdamaian dan pemulihan bias bencana tsunami.

“Hubungan yang sudah terbangun ini bisa dipertahankan dan dikuatkan sehingga di kemudian hari semakin baik, harus ada komunikasi yang berkelanjutan, termasuk bidang perdagangan,” kata Juanda, yang baru pulang dari salah satu negara di Afrika, Ghana dalam rangka menerima penghargaan untuk ACSTF.

Juanda Djamal, bersama Nur Djuli dijadwalkan menjadi pemateri di bincang (seminar) “Hubungan Aceh dan Afrika” tersebut, dilaksanakan secara suka rela oleh PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki), bersama manajemen Sultan II Selim Acc, dan kerelaan pemateri.[]