BANDA ACEH – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kabupaten Aceh Utara belum menerima hasil uji laboratorium Balitbangkes Kemenkes RI terhadap spesimen swab (sampel lendir) almarhum EY yang meninggal dunia dalam perawatan Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Sebelumnya, EY yang merupakan warga Aceh Utara dirawat di RSUDZA berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait Coronavirus disease-2019 (Covid-19) hingga meninggal dunia, Rabu, 25 Maret 2020.
“Belum keluar, masih kita tunggu hasil dari Banda Aceh, udah kita konfirmasi,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kabupaten Aceh Utara, Andre Prayudha, S.STP., M.A.P., saat dikonfirmasi portalsatu.com/ lewat telepon seluler, Senin 30 Maret 2020, sore. portalsatu.com/ mengonfirmasi Andre lantaran beredar kabar bahwa sudah keluar hasil spesimen swab almarhum EY dari Balitbangkes di Jakarta.
Andre menjelaskan, ada kesalahan data dan teknis, sehingga dikira hasilnya telah keluar dari Balitbangkes di Jakarta. “Jadi, ceritanya tadikan saya berbentuk draf, dikirain media, ada beberapa teman, udah keluar hasilnya, (dikira) udah betul itu. Belum saya bilang, intinya kita menunggu (hasil) dari provinsi,” kata Andre yang juga Kabag Humas Setda Aceh Utara.
Dia menyebutkan, hasil spesimen swap almarhum EY diperkirakan keluar awal April 2020. “Informasi tanggal 1 April 2020 (keluar hasil lab),” pungkas Andre.[]


