LHOKSUKON – Juru Bicara Partai Aceh (PA) Wilayah Pase, Halim Abe, membenarkan adanya pencatutan nama petinggi sejumlah tokoh partai tersebut oleh orang tak dikenal untuk meminta uang secara paksa. Pencatut juga memakai nama mantan tahanan politik untuk mengeruk keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

“Terdapat sejumlah nama petinggi Partai Aceh yang dicatut untuk melancarkan aksi penipuan tersebut. Mulai dari nama Muzakir Manaf (Mualem), Abu Razak, Ableh, dan lainnya termasuk nama saya sendiri. Ada juga nama beberapa mantan tahanan politik Aceh, seperti Ibrahim, Wan Kopasus dan Ismuhadi,” ujar Juru Bicara Partai Aceh(PA) wilayah Pase, Halim Abe saat dihubungi portalsatu.com via telepon seluler, Minggu 10 April 2016. 

Ia menyebutkan, nama Ismuhadi bahkan dicatut saat masih berada di Cipinang. “Saya pernah pastikan itu langsung ke Ismuhadi saat berkunjung ke Cipinang. Ternyata itu memang hanya modus penipuan semata. Karena yang bersangkutan tidak tahu-menahu terkait hal itu,” katanya.

Halim Abe membenarkan bahwa ada sejumlah pejabat yang mengatakan telah dimintai uang atas nama Partai Aceh (PA). Bahkan uang yang diminta dengan mengatasnamakan Abu Razak mencapai Rp 20 juta.

“Ini hanya modus penipuan yang ingin mengelabui masyarakat atau memperkeruh keadaan. Saya minta semua lapisan masyarakat jangan ada yang terprovokasi atau percaya dengan penipuan semacam ini. Jika ada yang dimintai uang tunai atau berbentuk pulsa, maka jangan pernah dipenuhi atau dikabulkan,” katanya.

Halim Abe juga meminta agar masyarakat segera mengkonfirmasi ke Kantor Partai Aceh (PA) terdekat jika memang ada yang meminta uang, terlebih yang disertai ancaman atau gertakan.[](bna)