BANDA ACEH – Kedatangan singkat Presiden Jokowi ke Aceh dan sikap Mendagri Tjahjo Kumolo yang enggan memberi ruang diskusi kepada perwakilan lintas organisasi, soal lamban realisasi MoU Helsinki, sangat disesalkan.
Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Suara Rakyat Aceh (DPP-SURA), Murdani Abdullah, mengatakan sikap ini menunjukan bahwa pemerintah pusat mengganggap persoalan lambannya realisasi MoU Helsinki dan UUPA, bukanlah persoalan yang serius. Padahal, sejarah mencatat, sikap setengah hati pemerintah Indonesia terkait perjanjian Lamteh telah menimbulkan pergolakan politik baru di Aceh.
“Atas dasar ini kita sangat kecewa. Awalnya kita berharap banyak terhadap Jokowi yang berasal dari sipil dan terpilih menjadi presiden. Beliau juga pernah tinggal lama di Aceh. Namun, pernah tinggal dan menetap lama di Aceh, ternyata tidak membuat Jokowi bisa menyelami perasaan dan harapan masyarakat,” ujar Murdani, Rabu, 5 Juli 2017.
Di sisi lain, Murdani juga kecewa dengan sikap Mendagri yang tidak mau membuka ruang untuk berdiskusi soal turunan UUPA. Padahal, kata Murdani, Tjahjo datang ke Aceh mewakili Presiden.
“Kita sangat mengharapkan ketegasan dan komitmen dari pemerintah pusat. Soal bendera misalnya, kalau memang tidak boleh bulan bintang, ya ditolak. Jangan terus dalam keadaan cooling down tanpa kejelasan seperti sekarang. Jadi masyarakat Aceh sebagai pemilik bendera Aceh juga bisa bersikap,” ujar Murdani.
Begitu pula dengan tapal batas Aceh, kewenangan di bidang pertanahan, komisi penyelesaian klaim, pembagian Migas dan aturan kewenangan lainnya.
“Pemerintahan Pusat jangan terus jadi PHP (Pemberi Harapan Palsu) kepada masyarakat Aceh,” katanya lagi.
SURA juga meminta Irwandi untuk tegas dalam hal menuntut kewenangan Aceh kepada Pemerintah Pusat. Menurut Murdani, hal ini penting dijalankan demi kesejahteraan masyarakat.
“Gubernur perlu bersikap tegas dan beu meuagam terhadap Pusat. Perlu diketahui, ini periode kedua kepemimpinan Irwandi dengan pasangan yang berbeda. Periode pertama gagal, kita masih mentoleril karena awal-awal perdamaian, tetapi lain ceritanya jika kondisi sudah memasuki hampir 12 tahun damai ini,” kata Murdani. []

