Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaBerita Gayo LuesJumlah Santri Dayah...

Jumlah Santri Dayah di Gayo Lues Meningkat

BLANGKEJEREN – Orang tua di Kabupaten Gayo Lues banyak memilih menyekolahkan anaknya di dayah atau pesantren. Salah satu alasannya adalah pelajaran agama Islam yang lebih banyak didapat seorang anak ketika sekolah di dayah ketimbang di sekolah umum.

H. Sukri Mas, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Gayo Lues, Selasa, 30 Mei 2023, mengatakan berdasarkan data, jumlah santri dan santriwati yang sekolah di dayah tahun 2022 mencapai 5.300, dan jumlah santri tahun 2023 naik menjadi 5.767 santri.

“Dayah di Kabupaten Gayo Lues berjumlah 48, dengan jumlah santri tahun 2022 sebanyak 5.300, dan tahun 2023 mencapai 5.767 santri, sedangkan balai pengajian 27 unit, dan 8 di antaranya sudah terakreditasi,” katanya.

Menurut Sukri Mas, seluruh anak yang sekolah di dayah diwajibkan belajar “nonstop”, mulai pukul 08:00 hingga 22:00 WIB. Pelajaran yang disukai orang tua adalah pelajaran adab di dayah.

“Santri yang sekolah di dayah lebih tinggi belajar adab dan agama Islam ketimbang di sekolah umum, mungkin ini salah satu yang dipikirkan orang tua sehingga banyak yang memilih menyekolahkan anak di dayah,” ujarnya.

Kadis Dayah Gayo Lues bercita-cita, ketika seorang anak lulus Sekolah Tingkat Pertama (SLTP) dari dayah, maka ketika anak tersebut nantinya bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi PNS yang tinggi ilmu agama. Ketika seorang anak lulusan dayah menjadi petani, maka akan menjadi petani yang beragama.

“Setiap Dayah di Kabupaten Gayo Lues kita bantu fasilitas seperti pembangunan ruang belajar, asrama, pagar dan yang lainya. Setiap dayah kita wajibkan memberikan laporan bulanan, dan dari dinas akan turun ke setiap dayah mengecek kurikulum yang diajarkan kepada santri setiap enam bulan sekali,” jelasnya.[]

Baca juga: