LHOKSEUMAWE – Sebanyak 20 jurnalis dan aktivis mengikuti pelatihan fellowship investigasi dalam lanskap PJT meliputi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan, Krueng Jambo Aye, dan Krueng Tamiang (PJT).

Pelatihan itu diselenggarakan Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA) Lhokseumawe bekerja sama dengan World Wide Fund for Nature (WWF), Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP), dan Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA), di Hotel Rajawali, Lhokseumawe, 26 – 28 Oktober 2018.

Pelatihan investigasi lingkungan tersebut mengangkat tema “Jurnalisme yang baik untuk lingkungan yang lebih baik”. Jurnalis terdiri dari berbagai media massa baik cetak dan elektronik berasal dari Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Utara dan  Lhokseumawe.

Adapun narasumber pelatihan itu Yarmen Dinamika (jurnalis senior Serambi Indonesia), Ayi Jufridar (jurnalis) dan perwakilan WWF, Dede Suhendra.

Direktur BYTRA Lhokseumawe, Saifuddin Irhas, mengatakan, fellowship investigasi itu bertujuan untuk mengungkap praktik-praktik kejahatan lingkungan yang diduga telah memberikan dampak deforestasi dan degradasi hutan dan lahan di Aceh, khususnya di area lanskap PJT dengan dukungan data dan informasi. Kegiatan penebangan rinci dan konversi lahan di area jeda, profil para penebang atau pelaku dan permodalannya.

Menurut Saifuddin, seperti jalur distribusi perdagangan kayu di Aceh dan daerah lain yang berasal dari daerah jurang lanskap area PJT. Distribusi pemesanan produk konversi lahan kopi, minyak sawit, kentang, dan sebagainya.

Selain itu, lanjut Saifuddin, program fellowship itu guna meningkatkan peran media dan jurnalis khususnya jurnalis lokal dalam mendukung terciptanya tata kelola lingkungan yang akuntabel, transparan dan berkelanjutan. Perlu terbentuknya kerja sama antara jurnalis dan CSO dalam mendukung tata kelola lingkungan yang lebih baik ke depannya.

“Nantinya hasil liputan jurnalis dapat dipergunakan untuk kepentingan advokasi oleh para CSO lokal,” kata Saifuddin.

Ia menambahkan, hasil dari pelatihan tersebut, pihaknya akan memilih tiga proposal terbaik untuk dibiayai dalam liputan investigasi dan laporan.

“Perlu terbangunnya jaringan yang berkesinambungan antara masyarakat lingkungan, media massa, dan para pemerhati lingkungan untuk mendukung kelestarian lingkungan di area PJT,” ujarnya.[]