BANDA ACEH — Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nurzahri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat, 5 Januari 2018.

Sidak tersebut dilakukan terkait keluhan petani perihal kelangkaan pupuk di Banda Aceh dan Aceh Besar, menjelang musim tanam padi.

“Saya belum mendapatakan kondisi yang pastinya. Menurut penjelasan pihak gudang linimasa di Aceh Besar ini, ada 1.001 ton pupuk di gudang ini. Ini merupakan pupuk alokasi subsidi tahun 2017 lalu. Sekilas kita lihat ada stok, malah lebih, kalau dilihat di gudang tidak mungkin tidak ada pupuk, namun di lapangan terjadi kelangkaan pupuk,” ungkap Nurzahri.

Berdasarkan hasil sidak yang dilakukan, pihak gudang pupuk PT PIM di Blang Bintang yang bertanggung jawab atas pendistribusian pupuk ke beberapa daerah seperti Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, dan Aceh Jaya, baru akan mengalokasikan pupuk subsidi 2018 pada akhir Januari mendatang.

“Diprediksikan, akan terjadi kelangkaan pupuk di Aceh, sedangkan para petani sudah mulai menanam padi,” jelasnya.

“Permasalahan kali ini bukan masalah ada tidaknya pupuk, namun permasalahan distribusinya, salah waktu penyaluran, kalau masuknya Januari, berarti Februari baru terealisasi. Setelah itu perlu waktu lagi untuk didistribusikan ke pengecer, sedangkan masa tanam sudah 30 hari,” kata Nurzahri.

Pascasidak yang dilakukan, Nurzahri rencananya akan memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk mempertanyakan kejelasan. Selain itu, dia juga mengatakan ada kejanggalan atas kelangkaan pupuk dengan menumpuknya pupuk di gudang.

“Pupuk ini katanya jatah 2017, pun belum bisa digunakan bulan ini, sedangkan Banda Aceh dan Aceh Besar sudah memasuki musin tanam. Minggu depan semua pihak yang bertanggung jawab dari produsen hingga distributor akan kita panggil untuk kita pertanyakan,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang staf di bagian gudang saat dimintai keterangan terkait sidak ini tidak mau memberikan komentarnya.

“Saya tidak punya wewenang untuk memberikan komentar,” kata staf tersebut.[]