HUNTSVILLE — Punya kebiasaan mengisi daya ponsel di samping tubuh ketika sedang tidur? Mulai sekarang, tempatkan ponsel yang sedang diisi dayanya jauh-jauh agar tak mendapatkan pengalaman serupa dengan Wiley Day, seorang pria dari Huntsville, Alabama, AS.
Pada suatu malam, Day mengisi daya iPhone-nya seperti biasa, menempatkannya di sisi tempat tidur. Harapannya sama seperti hari normal lain, paginya ia terbangun dalam kondisi segar dan siap untuk memulai hari dengan ponsel terisi penuh.
Tapi kecelakaan mengerikan terjadi saat ia berguling di tempat tidur. Rantai kalung logam yang ia kenakan tak sengaja terhubung dengan bagian kepala charger yang telah melonggar dari kabelnya saat Day tidur.
Pria 32 tahun itu mengalami sengatan listrik yang sangat kuat hingga membuatnya terempas dari tempat tidur ke lantai. Kecelakaan itu juga menyebabkan luka bakar tingkat dua dan tiga pada leher serta tangannya.
Day berhasil mengakhiri setruman dengan merenggut lepas kalung, meski ada pola rantai logam hangus dan daging yang hilang di leher dan tangannya. Dilaporkan Washington Post, ia menggambarkan kejadian itu sebagai pagi paling menakutkan dalam hidupnya.
Day beruntung bisa selamat dan pulih karena sejumlah insiden pengisi daya lain berakhir dengan maut. Tahun lalu, seorang pria Inggris tewas ketika berusaha mengisi iPhone saat mandi, sementara beberapa bulan sebelumnya seorang perempuan di Malaysia tewas dalam insiden telepon pengisian lain.
“Saya kira saya akan mati. Isi baterai ponsel jauh-jauh dari Anda saat tidur, atau isi saja pada hari berikutnya. Hal itu tidak layak digantikan dengan hidup Anda,” ujar Day, dilansir dari laman Digital Trends.
Sudah Benarkah Cara Anda Mengisi Daya Ponsel?
Setiap perangkat teknologi memiliki batas masa pakai sehingga penggunaannya perlu dicermati dengan baik. Jika ada kesalahan dalam pemakaian sehari-hari, gawai dan ponsel lebih berpotensi lekas rusak.
Kesalahan paling umum yang dilakukan pengguna ponsel adalah pengisian daya yang kurang tepat. Hal itu disoroti oleh situs edukasi Battery University yang digagas oleh perusahaan penguji baterai Cadex Electronics.
Situs tersebut tidak menganjurkan pengguna ponsel mengisi daya di malam hari sebelum tidur lantas baru melepaskannya di pagi hari. Meski praktis, lambat-laun kebiasaan itu bisa menyebabkan kerusakan pada ponsel.
Mengisi daya ponsel tidak terlalu lama namun sering justru lebih baik dilakukan demi 'kesehatan' jangka panjang baterai. Misalnya, mengisi daya sebanyak 10 sampai 20 persen dalam satu kali pengisian lantas mencabutnya.
Kesalahan umum lain yang dilakukan pengguna adalah membiarkan baterai ponsel benar-benar habis baru tergerak untuk mengisi daya. Hal ini tidak ideal karena cepat melemahkan kondisi prima baterai selama masa pakainya.
Pilihan terbaik yaitu menghindari baterai ponsel menunjukkan tanda merah dan mempertahankannya terisi antara 65 sampai 75 persen. Kisaran itu disebut sebagai rentang optimal saat kinerja ponsel bekerja paling baik.
Selain itu, pengguna tidak perlu mengisi daya sampai 100 persen. Kalaupun Anda masih sering melakukannya, membiarkan chargertetap terpasang setelah 100 persen diklaim tidak menyebabkan kerusakan lebih lanjut, dikutip dari Daily Record.[]Sumber:republika





