JAKARTA – Kepala bidang (Kabid) Literasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh Utara, Rahmatsyah, S.Pd., menghadiri Mukmatar Pemikiran Santri Nusantara 2019 di Pondok Pesantren As-Shiddiqiyah, Jakarta, 29 September 2019 lalu. Ia hadir mewakili Aceh dalam rangka Peringatan Hari Santri 2019.
Acara tersebut dibuka Menteri Agama Republik Indonesia, Drs H. Lukman Hakim Saifuddin dengan mengusung tema, “Santri Mendunia: Tradisi, Eksistensi dan Perdamaian Global.” Turut hadir ratusan kiai, ustaz, santri, aktivis, dan peneliti dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Kamarudin Amin menyebutkan, pesantren harus menjadi penggagas perdamaian dunia. “Dalam upaya menggagas perdamaian dunia, acara ini memiliki dua kegiatan utama, yaitu Call for Papers yang merupakan sesi presentasi dari seleksi nasional makalah para kiai dan santri dan Panel Session, salah satunya adalah bedah buku Nasionalisme Religius dan Fikih Kebangsaan 2 karya santri Pondok Pesantren Lirboyo,” ujar Kamarudin.
Kegiatan tersebut berlangsung dua hari dengan acara berupa rangkaian presentasi paper terpilih dari seluruh Indonesia.
Rahmatsyah akrab disapa Abu Rahmat (Call Paper II) yang menggantikan Qusthalani (Call Paper I) ikut serta dalam acara tersebut sebagai pemakalah dari Aceh. Ia mempresentasikan karya tulis berjudul Etnososio Sebagai Pendidikan Karakter Mencegah Konflik di PDF Babussalam Matangkuli, Aceh Utara.
Dalam artikel tersebut dijelaskan, di Aceh Utara, pendidikan diniyah formal menjadi alternatif masyarakat dalam mengupayakan penanaman karakter pada anak.
Menurut Abu Rahmat, Etnososio menjadikan peserta didik mengenal dan peduli akan sekitarnya. Karena kesenian Aceh identik dengan jiwa heroik dan kepahlawanan, maka dosema (dodaidi, seudati dan hadimaja) yang sarat akan hikmah dan pelajaran menjadi edukasi sufistik modern dalam penanaman karakter pada anak. Di Aceh, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) hanya baru ada di Aceh Utara, yaitu di Dayah Babussalam, Kecamatan Matangkuli.
“Saya senang pernah mengajar di PDF Babussalam. Saat ini saya juga tercatat sebagai Dosen Ma’had Aly Babussalam Matangkuli. Hal tersebut memudahkan saya saat presentasi dihadapan pada peserta dari berbagai Ponpes di Indonesia. Saya berharap dapat mengikutinya tahun depan,” kata Abu Rahmat kepada portalsatu.com/ via WhatsApp, Selasa, 1 Oktober 2019, malam.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Ketua IGI Aceh Utara, Qusthalani, M.Pd., yang telah membantu dirinya. “Terima kasih atas bantuannya, sehingga pemaparan artikel ini menjadi lancar. Karena menurut saya, hasil perpaduan guru di sekolah umum dan sekolah pesantren,” pungkas Abu Rahmat yang kini menetap di Lhokseumawe.
Kegiatan Mukmatar Pemikiran Santri Nusantara 2019 resmi ditutup pada Minggu (29/9) malam. Hadir dalam penutupan, KH. Ahmad Mahrus Iskandar Bsc. (khadimul ma’had), KH. Dr. Abdul Djalal (Ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia/ AMALI), para pejabat Kemenag RI seperti Drs. Irhas Shobirin, Drs H Aceng Abdul Azis M.Pd dan lainnya.[](rilis)




