DOHA – Ketua Kadin Aceh, Muzakkir Manaf (Mualem), dan rombongannya mengadakan pertemuan dengan Ketua Kadin Qatar Farhan Al Sheikh Al Sayed di Hotel Intercontinental Doha, tempat berlangsungnya  Indonesia Expo 2019, 17 November/kemarin.

Dalam pertemuan selama satu setengah jam itu, kedua pihak membicarakan hubungan Aceh-Qatar yang sudah berlangsung sejak akhir 90-an.

“Kami masyarakat Aceh sedang berbenah, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan kerajaan Qatar dalam masa emergency setelah tsunami maupun rekonstruksi. Alhamdulillah, kami sudah 15 tahun damai, sekarang sedang berbenah diri, mempersamakan persepsi dan membangun rancangan pembangunan masa depan yang maju dan mampu berinteraksi secara global,”jelas Mualem di awal pertemuan tersebut.

“Aceh bagian dari Negara Republik Indonesia. Kami (Aceh) memiliki UU Otonomi Khusus dan tentunya memiliki otoritas yang lebih besar dalam menjalin hubungan perdagangan dan investasi global. Maka, kami menawarkan pada pengusaha Qatar untuk melakukan investasi di Aceh, baik dalam sektor eksploitasi minyak dan gas, refinery migas, maupun perdagangan kopi dan refinery CPO supaya produksi sawit dapat menghasilkan produk jadi di masa depan,” ujar Mualem kepada Syeikh Farhan.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Aceh, Suraiya IT, menambahkan bahwa setelah tsunami, Aceh sudah mengirimkan generasi mudanya untuk belajar di universitas internasional, salah satunya universitas Gorgetown di Doha, Qatar.

“Kami ingin melanjutkan pembinaan generasi muda Aceh, supaya SDM Aceh kuat dan mampu berkontribusi dalam membangun Aceh maupun berkontribusi di perusahaan-perusahaan di seluruh dunia,” ucap Suraiya.

Sheikh Farhan merespons sangat positif apa yang disampaikan Mualem dan Suraiya. “Kami ingin membuka Qatar seluas-luasnya bagi warga Indonesia yang ingin berkunjung ke Qatar, ditandai dengan membebaskan pengurusan visa. Apalagi, Aceh yang kami tahu 100 persen Muslim. Kami senang untuk menjalin kerja sama. Kami tahu bahwa Aceh telah memberikan jasa di awal kami melakukan eksploitasi gas di sini,” ujar Sheikh Farhan.

“Kami tertarik untuk menindaklanjuti kerja sama Aceh-Qatar, maka saya akan menyampaikan kepada semua pengusaha di sini untuk sesegera mungkin kita tindak lanjuti. Dan terpenting bagimana kita sesegera mungkin memulai perdagangan dan investasi antara Aceh-Indonesia dengan Qatar”.

“Kami tertarik dalam refinery migas maupun eksploitasi sumber migas baru. Begitu juga dengan perdagangan kopi, kami ingin hadirkan kopi dari Aceh-Indonesia sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia di Qatar, supaya masyarakat Indonesia tidak home-sick,”pungkas Sheikh Farhan sambil tersenyum.

Sheikh Farhan menambahkan, “Kami tertarik juga untuk refinery CPO. Apalagi kalau produksi sawit tinggi di Aceh, namun tidak ada refinery. Kita bisa rebut pasar di Asia Selatan maupun Timur tengah tentunya,” jelas Sheikh Farhan.

Untuk memastikan tindak lanjutnya, Direktur Eksekutif Kadin Aceh Juanda Djamal, mengusulkan supaya ada kesepakatan dan komitmen bersama, sehingga pembicaraan ini dapat langsung diturunkan dalam rancangan aksi.

“Sheikh langsung menyetujui supaya pembicaraan ini diformalkan dan juga disampaikan ke media massa, supaya kerja sama kita bisa sesegera mungkin kita laksanakan, tentunya pertemuan positif ini dapat membawa kemajuan bagi Aceh,”pungkas Juanda Djamal.[](rilis)