Jumat, Juli 19, 2024

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...
BerandaBerita Aceh UtaraKadinkes Ancam Copot...

Kadinkes Ancam Copot Kepala Puskesmas yang tak Rawat Ambulans

ACEH UTARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara menyerahkan delapan ambulans termasuk mobil Puskesmas keliling (Pusling) kepada sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit Pratama Lhoksukon. Pengadaan ambulans itu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2021. Penyerahan kendaraan tersebut dilakukan di Kantor Dinkes setempat, Senin, 6 September 2021.

Kepala Dinkes (Kandinkes) Aceh Utara, Amir Syarifuddin, mengatakan delapan ambulans termasuk Pusling itu diserahkan kepada enam Puskesmas masing-masing satu unit. Dua lainnya untuk Rumah Sakit Pratama Lhoksukon.

Enam Puskesmas yang menerima ambulans itu, Puskesmas Kecamatan Dewantara, Simpang Keramat, Syamtalira Bayu, Tanah Luas, Tanah Pasir, dan Baktiya.

“Mudah-mudahan setelah kita memberikan armada yang baru ini, tidak ada kendala lagi transportasi dalam rujukan pasien atau masyarakat ke rumah sakit. Kita berharap kepada pihak Puskesmas supaya pelayanan untuk masyarakat lebih optimal ke depan, dan merawat kenderaan tersebut dengan baik,” kata Amir Syarifuddin kepada wartawan.

Baca juga: Paket Belanja Obat-Obatan Dinkes Aceh Utara dari DAK 2021 Rp2,4 M Ditender, Mengapa?

Amir menyebut perawatan ambulans menjadi tanggung jawab masing-masing kepala Puskesmas. “Kalau tanpa perawatan terhadap ambulans itu bisa saja dilakukan SP-1 (Surat Peringatan Pertama), SP-2, SP-3, ya kita copot (kepala Puskesmas). Apalagi jika ambulans digunakan tidak sesuai ketentuan, misalnya, pergi ke pantai untuk kepentingan pribadi, ini pasti kita evaluasi,” tegasnya.

“Yang jelas kendaraan itu untuk kebutuhan masyarakat, dan operasional pegawai apabila ada kunjungan-kunjungan ke lapangan. Untuk itu, kita harapkan jangan sampai terhambat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jika ada yang memanfaatkan ambulans untuk kepentingan pribadi itu akan dicopot jabatan kepala Puskesmas tersebut, tidak ada tawar-menawar,” tambah Kandinkes.[]

 

Baca juga: