BLANGKEJEREN – Sembilan sekolah di Kabupaten Gayo Lues hanyut disapu banjir bandang dan tanah longsor. Seluruh siswa SD dan SMP terpaksa belajar di rumah dengan pengawasan guru.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Salid, S.Pd., Senin, 1 Desember 2025, mengatakan banyak sekolah di Gayo Lues hanyut disapu banjir. Selain itu, banyak sekolah terendam banjir, dan ada sekolah yang sisa dua lokal lantaran sebagian ruangan sudah hanyut.
“Sembilan sekolah yang hanyut dan puluhan sekolah lainya terendam banjir, yaitu SMP Satu Atap Agusen, SD dan SLTP Satu Atap Kendawi, dan sekolah lainya,” kata Salid.
Akibat banjir dan tanah longsor di Gayo Lues, seluruh siswa terpaksa belajar di rumah dengan pengawasan guru. Hal ini dinilai lebih efektif ketimbang membuka sekolah di tengah dampak banjir dan tanah longsor.
“Memang ada sebagian sekolah yang tidak terendam banjir, namun siawanya ikut terdampak banjir. Sehingga kami mengeluarkan surat edaran bahwa siswa Gayo Lues untuk semenrata belajar di rumah sampai jalan bisa dilintasi, BBM masuk, dan air banjir surut,” ujarnya.
Kepada dewan guru, Salid mengimbau agar selalu memantau sistuasi dan kondisi anak didiknya saat belajar di rumah. Sedangkan kepada anak didik, dia mengimbau agar melakukan pembelajaran di rumah dengan bimbingan dewan guru.[]



