BANDA ACEH – Dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Aparatur Pemerintah Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Aceh, mengadakan pelatihan konservasi koleksi museum bagi aparatur permuseuman lingkup Pemerintah Aceh, di hotel 88, Banda Aceh, Rabu, 25 Mei 2016.

Acara tersebut diikuti PNS provinsi Aceh dan PNS kabupaten/kota se-Aceh yang bekerja di museum daerah. Mereka mengikuti rangakian kegiatan pembukaan di hotel 88.

Pembukaan kegiatan ini dilakukan oleh Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi, yang dalam hal ini diwakili Sekretaris Disbudpar Aceh Nyak Umar, SE.

Sambutan kadisbudpar yang dibacakan Nyak Umar menjelaskan penting dan perlunya menjaga koleksi museum sebagai wujud kepedulian pada warisan leluhur.

“Mari sama-sama kita jaga koleksi museum sebagai wujud melestarikan warisan indatu, karena fungsi museum adalah pusat dan wahana pelestarian warisan benda cagar budaya, dan untuk melestarikan ini membutuhkan kompetensi aparatur yang handal. Hebat di bidangnya dan kegiatan ini salah satu wujudnyata kita untuk meningkatkan kompetensi itu,” jelas Reza Fahlevi.

Dalam kesempatan tersebut, ketua panitia dan juga Kepala UPTD Museum Aceh, Dra. Junaidah Hasnawati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan Museum Aceh, dengan sumber biaya APBA Tahun 2016, dan kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari.

“Pemateri kegiatan ini berjumlah dua orang dari museum nasional di Jakarta. Maksud dan tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kemampuan teknis tentang pengelola museum dalam melaksanakan konservasi koleksi museum yang merupakan warisan cagar budaya,” kata Junaidah.[]