BLANGKEJEREN – Stok beras pengungsi korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues mulai menipis lantaran setiap hari terus bertambah jumlah pengungsi. Jika tidak masuk bantuan dari Pemerintah Aceh dan Pusat hari ini, bakalan banyak warga yang akan kelaparan.

Kepala Dinas Sosial Gayo Lues, Jasiwamaytense,Minggu, 30 November 2025, mengatakan stok beras yang ada diperkirakan hanya bertahan sampai hari ini.

“Jumlah stok beras Pemda Gayo Lues hari ini hanya tinggal 2 ton lagi, itupun terus berkurang karena terus dikirimkam kepada pengungsi yang lokasinya jauh dari pusat kota Blangkejeren,” kata Jasiwa di Posko Utama Banjir dan Longsor.

Kadis Sosial menjelaskan, saat ini sekitar 10.000 ribu pengungsi di Kabupaten Gayo Lues. Dari jumlah itu, 1.984 orang pengungsi diberikan nasi bungkus tiga kali sehari, dan selebihnya diberikan sembako agar dimasak di tenda pengungsian.

“Ada enam kamp pengungsian yang setiap hari kita berikan nasi bungkus tiga kali sehari. Yaitu, kamp pengungsian Palok, di BLK, Balai Musara, Puskesmas Kota, Rumah Adyaksa, dan di Sekolah Mutiara Leuser dengan jumlah pengungsi 1.984 jiwa,” katanya.

Sementara untuk pengungsi di Kecamatan Pining, Putri Betung, dan Tripe Jaya, Pemda Gayo Lues sedang berupaya melakukan terobosan jalur sembari membawa logistik.

“Kita sangat khwatir jika tidak segera masuk bantuan dari luar, stok beras yang ada bakalan habis, karena untuk pengungsi yang dekat saja, setiap kali memasak menghabiskan beras 250 Kg atau 750 Kg perhari, lain lagi beras yang dikirimkan ke tenda pengungsi yang jauh,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap kepada Pemerintah Aceh dan Pusat agar segera mengirimkan bantuan lewat udara, sehingga makanan untuk pengungsi bisa tetap diberikan.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, mengatakan sejak terjadi banjir dan tanah longsor di Gayo Lues, jumlah beras yang disalurkan kepada pengungsi mencapai 12 ton.

“Kabarnya kemarin, hari ini ada datang bantuan melalui udara, tapi sampai sekarang belum ada kabar. Jika memang bantuan tidak ada masuk, dengan terpaksa Pemda Gayo Lues meminjam beras lagi dari Bulog 10 ton,” katanya.

Bupati berharap kepada Gubenur Aceh dan Presiden RI agar bisa menekankan kepada pihak terkait supaya alat berat di tambah di jalan Gayo Lues-Aceh Tenggara yang mengalami longsor dan amblas, sehingga bantuan dari luar bisa segera masuk.[]