BerandaBerita AcehKajari Gayo Lues Serahkan 45 Sertifikat kepada Peserta Karantina Quran

Kajari Gayo Lues Serahkan 45 Sertifikat kepada Peserta Karantina Quran

Populer

BLANGKEJEREN – Kepala Kejaksaan Negeri Gayo Lues menutup kegiatan Karantina Qur’an tahap IV rumah tahfidz Adhyaksa Kejaksaan dan sekaligus menyerahkan 45 sertifikat kepada peserta, kegiatan yang berlangsung selama Bulan Rhamadan itu diikuti oleh siswa kelas 5 SD, SLTP dan SLTA.

Kepala Kejaksaan Negeri Gayo Lues, Ismail Fahmi, S.H., Sabtu 30 Maret 2024, mengatakan tujuan kegiatan ini untuk mengenalkan Rumah Tahfidz Adhyaksa sebagai salah satu wadah untuk menuntut ilmu agama Islam di masyarakat, serta menjadikan anak-anak gemar membaca Al-Quran atau menjadikan anak hafidz yang menguasai Al-Quran dan mampu menghafal  Al-Quran.

“Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Karantina Qur’an Tahap IV Rumah Tahfidz Adhyaksa Kejaksaan Negeri Gayo Lues sebanyak 45 orang diantaranya 38 peserta perempuan dan 7 peserta laki-laki, dimana para peserta yang mengikuti kegiatan ini dimulai dari kelas 5 Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SD/SMP/SMA),” katanya.

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, dan memberikan dukungan positif terhadap kegiatan karantina Al-Qur’an ini, dan berharap dengan dibukanya karantina, akan menghasilkan tahfidz-tahfidz generasi penghafal Alquran khususnya untuk Kabupaten Gayo Lues ke depannya,” kata Fahmi.

Kajari berharap, agar di tahun depan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dapat membantu fasilitas Rumah Tahfidz sehingga dapat menunjang kelancaran kegiatan belajar di Rumah Tahfidz Adhyaksa Kejari Gayo Lues.

Pj. Bupati Gayo Lues yang diwakili Kepala Dinas Dayah Kabupaten Gayo Lues, H. Sukri Mas mengatakan, bahwa mempelajari dan menghafal al-qur’an bagian penting dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kemurnian kalamullah.

“Juga memiliki pengaruh besar terhadap diri kita ketika nilai-nilai al-qur’an ini dapat kita jadikan sebagai pedoman hidup dan dijunjung tinggi, maka yakinlah bahwa setiap langkah hidup kita akan membawa kearah yang lebih baik,” katanya.

Namun yang perlu diingat bersama kata Sukrimas, bahwa untuk menjadi hafidz hafidzah alqur’an tidak akan terjadi secara instan dan cepat. Butuh pengenalan, pembiasaan dan keteladanan serta menumbuhkan kecintaan pada al-quran itu sendiri sehingga benar-benar menjadi generasi qur’ani yaitu generasi yang mampu menjiwai dan mengamalkan al-qur’an, sebagai kitab allah yang sempurna.

“Oleh karenanya, kami ingatkan kepada anak – anak kami, kegiatan yang kita laksanakan ini, bukanlah akhir dari sebuah proses pembelajaran dan pendalaman al-quran, akan tetapi kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal ananda semua untuk saling berbagi ilmu kepada teman, keluarga yang berada dilingkungan sekitar agar dapat memahami isi kandungan al-quran dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pemda memberikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gayo lues dan pengelola Rumah Tahfidz Adhyaksa serta para pembimbing yang secara serius dan konsisten dalam membina peserta, sehingga kedepan diharapakan Kabupaten Gayo Lues akan memiliki banyak para penghafal alquran yang bisa memberikan keberkahan dan kemakmuran.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya