SUBULUSSALAM – Ziki, bocah berusia 8 tahun, penduduk Kampung Longkib, Kecamatan Longkib, harus bertahan hidup dengan kondisi fisik serba keterbatasan. Pasalnya salah satu kakinya tidak berfungsi maksimal pasca menderita sakit enam tahun lalu.

“Bukan bawaan lahir, tapi karena dulu Ziki pernah sakit saat berusia sekitar dua tahun,” kata Kepala Kampung Longkib, Alimsyah, saat mendampingi Ziki, Rabu, 31 Agustus 2016.

Alimsyah mengatakan Ziki adalah anak keempat dari enam bersaudara pasangan Ardin dan Aneh. Orang tua Ziki sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Subulussalam sudah pernah memberikan bantuan kursi roda kepada keluarga kurang mampu tersebut. Ziki juga akan menerima bantuan jaminan sosial dari Provinsi Aceh mulai tahun depan.

“Bantuan itu sebesar Rp 250 ribu perbulan diberikan melalui rekening atas nama ibu Ziki,” kata Madian Bancin selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Longkib.

Madian menyebutkan kaki Ziki awalnya direncanakan untuk amputasi pada 10 Agustus 2016 lalu. Namun rencana amputasi itu ditunda karena alasan tidak jelas dan baru dijadwal ulang pada 2017 mendatang.

Madian mengatakan Ziki berasal dari keluarga miskin. “Orangtuanya hanya buruh tani sehingga sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari,” katanya.[](bna)

Laporan: Sudirman