Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaBerita Aceh UtaraKisah Remaja Lumpuh...

Kisah Remaja Lumpuh Layu Dapat Bantuan Rumah dari Polres Aceh Utara

ACEH UTARA – Murtala (16 tahun), remaja miskin dan menderita lumpuh layu di Gampong Meunasah Hagu, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, tampak berbaring beralaskan ambal di Rumah Dinas Kapolres Aceh Utara di Lhoksukon, Selasa, 14 Maret 2023. Lalu, Kapolres Aceh Utara AKBP Deden Heksaputera menggendong Murtala untuk dinaikkan ke mobil ambulans yang akan mengantarnya pulang ke rumahnya yang baru selesai dibangun oleh jajaran Polres secara swadaya.

Sebelumnya, Murtala yang sudah bertahun-tahun menderita lumpuh, menempati rumah tidak layak huni bersama ayahnya, Badlisyah (40), dan ibunya, Muliani (33), serta dua adiknya, Darmi (15), dan Muhammad Riki (3,5 tahun). Keluarga miskin itu menghuni gubuk berlantai tanah, atap rumbia, dan dinding anyaman bambu sejak 2004 hingga 2023.

Itulah sebabnya, pihak Polres Aceh Utara membantu membangun rumah Murtala menjadi layak huni. Selama proses pembangunan rumah tersebut sekitar satu bulan, Murtala dan keluarganya tinggal sementara di Rumah Dinas Kapolres di Lhoksukon.

Pembangunan rumah untuk Murtala kini tuntas. Kapolres Deden Heksaputera didampingi Kabag Ops Kompol Firdaus Jufrida dan jajarannya, membawa kembali Murtala bersama keluarganya ke rumah mereka di Gampong Meunasah Hagu, Baktiya Barat, Selasa (14/3).

“Murtala sejak kelas satu Sekolah Dasar (SD) sudah tidak bisa berjalan lagi karena lumpuh. Awalnya bisa berjalan pelan-pelan, terkadang tiba-tiba jatuh dan harus merangkak, sampai kemudian tidak bisa lagi berjalan secara total, hanya bisa berbaring di rumah,” kata Badlisyah kepada portalsatu.com.

Badlisyah menceritakan, penyebab Murtala menderita lumpuh. Mulanya, Murtala saat masih kecil jatuh dari atas tempat duduk (rangkang) di rumah. “Saat jatuh itu, dia menimpa buah kelapa di bawah rangkang, sehingga bergeser saraf pinggang di bagian punggungnya,” ungkapnya.

Menurut Badlisyah, ia dan keluarganya tinggal di gubuk sejak 2004 dan kini tidak layak huni lagi. “Lantainya masih tanah dan serba kekurangan,” ucapnya.

Badlisyah mengaku selama ini belum pernah mendapat bantuan rumah dari pihak manapun. “Alhamdulillah, tahun ini, pihak Polres Aceh Utara melakukan bedah rumah untuk keluarga saya menjadi semi permanen, sangat layak huni. Dari dulu saya menunggu dan berharap ada bantuan rumah, syukur kali ini Kapolres Aceh Utara turut membantu kami. Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres atas kepeduliannya. Semoga Bapak Kapolres mendapat amal jariah,” ujarnya.

Dia mengaku terkendala dalam mencari rezeki sejak mengalami cedera di bagian kaki kirinya. “Sudah 10 tahun tidak bisa bekerja secara normal lagi, karena jatuh dari pohon kelapa mengakibatkan kaki kiri saya cedera. Sempat diobati atau diurut, tapi tidak sembuh,” ungkap Badlisyah.

Sebelum mengalami cedera itu, kata Badlisyah, sehari-hari ia bekerja di tambak orang lain, dan terkadang memanjat pohon kelapa untuk memperoleh upah. “Sekarang hanya bisa memijat orang, misalnya ada yang kelelahan setelah bekerja, khususnya pria. Itupun kalau ada yang minta dipijat. Terkadang hanya mendapat Rp30 ribu, Rp40 ribu, Rp50 sehari,” ungkapnya.

[Foto: portalsatu.com/Fazil]

Kapolres Aceh Utara, AKBP Deden Heksaputera, kepada wartawan, mengatakan pihaknya melakukan peresmian sekaligus menyerahkan rumah layak huni dan kelengkapan lainnya hasil program bedah rumah Polres Aceh Utara kepada keluarga Murtala. Rumah layak huni itu dibangun dari swadaya jajaran Polres Aceh Utara sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat tidak mampu, yakni Murtala yang menderita lumpuh dari kecil.

“Alhamdulillah, sudah berhasil kita bangun rumah kepada keluarga kurang mampu itu, mudah-mudahan bermanfaat untuk keluarga Murtala,” ujar Deden Heksaputera.

Deden baru dua bulan menjadi Kapolres Aceh Utara. Sejak awal menjabat, ia memerintahkan para Bhabinkamtibmas untuk mencari keberadaan masyarakat tidak mampu yang perlu ditolong, khususnya yang menderita sakit keras, ataupun janda-janda miskin, warga fakir dan miskin, serta anak yatim.

“Seperti kondisi keluarga Murtala tersebut. Kita mendapat informasi dari Bhabinkamtibmas. Kemudian, dilakukan survei dan mendapati kondisi Murtala yang begitu lemah tidak berdaya ditambah dengan gizi buruk. Alhamdulillah, kini kondisi remaja lumpuh itu sudah membaik, karena sejak mengetahui kondisi Murtala itu, kita langsung membawanya ke klinik Polres Aceh Utara untuk mendapat perawatan. Keluarganya juga dipindahkan ke rumah dinas di Lhoksukon selama proses pembangunan rumah layak huni itu berjalan,” tutur Deden.

“Kami dari jajaran Polres Aceh Utara merasa sangat bangga bisa membantu masyarakat yang tidak mampu. Insya Allah, ke depan kegiatan seperti ini akan terus kita laksanakan. Mudah-mudahan kita bisa istikamah, akan terus mencari, membantu masyarakat yang kurang mampu,” pungkas Kapolres Aceh Utara.[]

Baca juga: