BANDA ACEH – Kebijakan Pemerintah Aceh yang mengangkat Saifullah Abdul Gani dan Wiratmadinata sebagai Juru Bicara menimbulkan kebingungan para pihak yang berkepentingan. Salah satunya adalah kalangan media yang memerlukan informasi atau klarifikasi dari Pemerintah Aceh, terkait kebijakan-kebijakan yang dilakukan Irwandi-Nova saat ini.

Biasanya awak media yang kesulitan mendapat konfirmasi langsung dari pejabat tinggi Pemerintah Aceh, menyasar Kepala Biro Humas yang saat ini dijabat Mulyadi Nurdin. Namun, belakangan rutinitas ini menjadi membingungkan apalagi setelah Irwandi menunjuk Saifullah Abdul Gani dan Wiratmadinata sebagai “corong” resmi pemerintahan.

portalsatu.com/ yang mencoba memastikan kebijakan ini ke sumber internal Humas Pemerintah Aceh mengetahui salah satu penyebab kenapa Irwandi menunjuk dua orang tersebut sebagai jubir pemerintah Aceh. Hal ini diduga karena Irwandi sejatinya ingin mengganti posisi Karo Humas saat ini dengan nama lain. Dugaan ini diperkuat setelah nama Mulyadi Nurdin tidak tertera dalam daftar sejumlah calon pejabat eselon yang lulus seleksi, seperti dokumen yang menyebar di akun media sosial tempo hari. (Baca: Daftar Nama Diduga Calon Pejabat Eselon Aceh Tersebar di Medsos, Irwandi Bicara Soal Ini)

Posisi Mulyadi Nurdin sebagai Kepala Biro Humas diduga sudah lama diincar oleh tim sukses Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah. Apalagi mereka menilai Mulyadi Nurdin merupakan sosok yang menjadi “kaki tangan” rezim Zaini Abdullah. Selain itu, beberapa bawahan Mulyadi Nurdin di Biro Humas juga diduga mengidam-idamkan posisi Kepala Biro. Dugaan ini menguat, setelah diantara para pekerja kontrak di Biro Humas ikut menjadi suksesor untuk menempatkan orang yang disebut-sebut M, yang saat ini menjabat sebagai Kabag Humas Pemerintah Aceh, agar menjadi kepala di biro mereka.

Mengenai kepastian ini, portalsatu.com/ mencoba mengonfirmasi Saifullah Abdul Gani, salah satu Juru Bicara Pemerintah Aceh yang telah ditunjuk Irwandi Yusuf. Kepada Saifullah, melalui aplikasi WhatsApp Messenger, portalsatu.com/ mempertanyakan posisi atau tugas pokok dan fungsi mereka di sistem pemerintahan Aceh. Namun, sayangnya, orang yang disodorkan pertanyaan ini sama sekali tidak merespon pesan yang dikirim wartawan.

Hingga akhirnya, Wiratmadinata, yang juga salah satu Juru Bicara Pemerintah Aceh menanggapi komentar netizen terkait kepada siapa seharusnya mempertanyakan seputar informasi pemerintah Aceh. “Kepada Humas atau Jubir.”

“Humas dengan tupoksi seperti selama ini, tak kurang tak lebih. Jubir untuk pendalaman, klarifikasi, clearance content, mispersepsi, koreksi, dan isu-isu strategis yang belum tercover secara komprehensive. Demikian pak,” tulis Wiratmadinata di postingan Zulkarnaini Masry.[]