Kalimat mujarab yang kita maksud disini adalah sabda Baginda Nabi tentang bagaimana merespon keadaan berdasarkan pandangan mata batin.

Sebab, setiap keadaan dan peristiwa yang melingkupi kita bersifat baik dan buruk. Adapun buruk di mata kita belum tentu buruk pula di Mata Allah, begitu sebaliknya.

Sehingga dalam merespon, bersikap dan menjalani keadaan tertentu sangat tergantung pada sistem pikir dan lintasan hati kita.

Untuk itu diperlukan latihan kecil yang rutin dan penuh sadar guna menghadirkan sikap responsif yang aktif , penuh syukur dan kerelaan.

Dengan latihan sikap tadi diharapkan dapat menghimpun energi baik dan menyuplai “cahaya” dalam keseharian kita. Meskipun hari hari yang kita jalani serasa sempit dan kekurangan.

Adapun kalimat dan lafaz nabawi yang penulis maksud adalah :
“Alhamdulillahi fi kulli halin”: segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan. 

Doa kecil di atas bisa kita baca kapan saja, terutama setelah waktu shalat. Disamping melatih diri dengan kalimat tadi, kita terus beraktivitas dan beramal sepantas mungkin, dan kita akan semakin yakin bahwa ” Segala sesuatunya telah Allah Takar dengan sempurna”.[]

Taufik Sentana
Ikatan Dai Indonesia. Kab. Aceh Barat