ACEH UTARA – Muzakir Manaf dan Fadhlullah berjanji akan meningkatkan kesejahteraan para guru honorer di Aceh jika mereka terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur di Pilkada 2024. Komitmen tersebut disampaikan Muzakir Manaf (Mualem) didampingi Fadhlullah (Dek Fad) dalam kampanye akbar di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Rabu, 20 November 2024.

Kampanye terbuka itu dihadiri ribuan warga. Selain mengajak masyarakat memilih Mualem-Dek Fad, dalam kampanye akbar tersebut para juru kampanye juga mengimbau masyarakat Aceh Utara mencoblos pasangan calon bupati-wakil bupati Ismail A. Jalil (Ayahwa)-Tarmizi (Panyang) pada 27 November.

Baca juga: Ribuan Warga Aceh Utara Padati Kampanye Akbar, Irwandi Yusuf Ajak Coblos Mualem-Dek Fad

“Untuk kali ini kami meminta doa restu kepada seluruh masyarakat Aceh agar memberikan kesempatan bagi putra asli Aceh Utara menjadi Gubernur Aceh. Saya bersama Dek Fad sudah berkomitmen untuk menegakkan syariat Islam di Aceh secara menyeluruh, insya Allah siap dan mampu kami laksanakan. Maka jangan ragu lagi dengan paslon 02, kita sudah banyak berkontribusi dalam pembangunan Aceh sejak masa konflik hingga tercapainya perdamaian seperti saat ini. Alhamdulillah, semua kita bisa menikmati keindahan bersama,” kata Mualem dalam orasinya.

Mualem menyebut Partai Aceh sangat dekat hubungannya dengan para elite di tingkat pusat. Mualem menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra mendukung penuh pasangan calon gubernur-wakil gubernur Aceh nomor urut 02. “Tentunya sungguh jelas dan memudahkan dalam membangun Aceh didukung pemerintah pusat”.

“Alhamdulillah, kami sudah ada komitmen untuk membangun Aceh lebih baik ke depan dari berbagai sektor. Dari sektor pendidikan, syariat Islam, pendidikan agama, budaya, ekonomi, pertanian, dan juga infrastruktur akan terus kita tingkatkan demi masa depan Aceh dan berguna bagi generasi kita masa hadapan. Tentunya juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat Aceh dalam rangka mengurangi angka pengangguran. Saya berharap Pak Prabowo Subianto dapat memperpanjang Dana Otonomi Khusus Aceh,” ujar Mualem didampingi Dek Fad.

Mualem menyebut Partai Aceh bersama partai koalisi pengusung paslon 02 punya banyak kursi di DPRA, sehingga eksekutif dan legislatif lebih bersinergi dalam menjalankan program-program kerja jika pihaknya menjabat sebagai gubernur-wagub Aceh.

“Fokus kita ke depan adalah mengurangi angka pengangguran semaksimal mungkin. Kami juga akan menyejahterakan para dewan guru berstatus honorer di Aceh dan berupaya memberikan honorium (gaji) yang layak, karena mereka sudah sangat berjasa kontribusinya dalam dunia pendidikan. Inilah cita-cita kami paslon 02, program kerja bersentuhan langsung dengan masyarakat seluruh Aceh sesuai visi-misi,” tutur Mualem.

Untuk Aceh Utara, kata Mualem, seluruh masyarakat di daerah ini agar memenangkan paslon bupati-wakil bupati Ayahwa-Tarmizi Panyang. “Jangan sampai pada 27 November 2024 nanti ada yang mencoblos surat suara (kolom) kosong, apabila itu dilakukan maka sungguh rugi dan sia-sia”.

Ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, juga menyampaikan seruannya untuk memenangkan Mualem-Dek Fad agar menjadi Gubernur-Wagub Aceh.

“Dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh, saya mengharapkan kepada lapisan masyarakat atas kerja sama yang solid, serta rapatkan barisan untuk memenangkan calon gubernur Aceh Muzakir Manaf-Fadhlullah. Insya Allah, Mualem-Dek Fad menang,” kata Abu Paya Pasi dalam sambutan singkat.

Kampanye akbar tersebut juga dihadiri Tgk. H. Sofyan Mahdi (Abon Arongan), Tgk. H. Muzakir (Waled Lapang), dan sejumlah ulama lainnya.

Selain itu, Ketua Badan Pemenangan Aceh Mualem-Dek Fad, Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), mantan Gubernur Aceh yang juga Ketua Umum PNA, Irwandi Yusuf, mantan Gubernur Aceh dan eks-Anggota DPD RI, Abdullah Puteh, Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim, Ketua DPW PPP Aceh, Amiruddin Idris, Ketua DPW PKS Aceh, Makhyaruddin.

Ketua DPW Partai Aceh (PA) Aceh Utara M. Jhony, Sekjen Partai SIRA Muhammad Daud, Sekretaris DPD Gerindra Aceh, Abdurrahman, artis Aceh Rafli Kande, pengurus serta kader Partai Aceh, perwakilan partai Garuda, tim pemenangan Mualem-Dek Fad dan Ayahwa-Tarmizi Panyang, serta unsur lainnya.[]