OTTAWA – Kanada meminta penyelidikan independen untuk Tarek Loubani, seorang dokter asal Palestina berwarga negara Kanada yang terluka saat pasukan Israel menembaki warga sipil di Gaza pada Senin lalu.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dalam sebuah pernyataan tertulis menyampaikan bahwa Dr. Tarek Loubani adalah salah satu dari 19 petugas medis yang tertembak saat membantu korban luka di Gaza pada Senin lalu.

Trudeau juga menyampaikan kekhawatiran Kanada atas kekerasan yang menyebabkan banyak orang tak bersalah menjadi korban di Gaza.

“Kami terkejut saat mengetahui banyak orang yang tidak bersenjata, termasuk anak-anak, warga sipil, tim pertolongan pertama dan warga negara Kanada Dr. Tarek Loubani menjadi korban luka dalam insiden yang terjadi,” kata Trudeau.

“Kanada meminta penyelidikan independen segera dilakukan untuk pemeriksaan semua fakta secara menyeluruh, termasuk, kekerasan dan penggunaan kekuatan yang berlebihan,” tambah dia.

Tarek Loubani bertugas sebagai dokter di kota London di provinsi Ontario, Kanada. Loubani rutin menggelar kampanye untuk kebutuhan medis warga Palestina di Gaza.

Dari donasi yang berhasil dia kumpulkan, Loubani telah memasang sistem energi matahari untuk memenuhi kebutuhan listrik di beberapa rumah sakit di Gaza.

Beberapa rumah sakit di Gaza juga menjadi layak digunakan untuk operasi berkat upaya-upaya Dr. Loubani.

Dr. Loubani juga memenuhi kebutuhan-kebutuhan peralatan medis dengan printer tiga dimensi, yang dia dapat dari sumbangan.

Dr. Tarek Loubani dilaporkan secara khusus dipilih sebagai target oleh tentara Israel.

Thomas Woodley, ketua organisasi hak asasi manusia Canadians for Justice and Peace in the Middle East, menjelaskan bahwa Loubani mengenakan seragam dokter dan sedang membantu tim pertolongan serta korban luka saat tertembak. Woodley mengatakan bahwa penembakan Loubani bertentangan dengan Kesepakatan Jenewa.

Sedikitnya 62 warga Palestina tewas dan lebih dari 3.000 lainnya luka-luka di Gaza pada Senin setelah pasukan Israel menembaki para demonstran yang memperingati 70 tahun Nakba (malapetaka) dan memprotes peresmian Kedutaan Besar AS di Yerusalem.[]Sumber:anadolu agency