BANDA ACEH – Jajaran Polda Aceh berhasil menangkap kembali 25 orang dari 113 napi dan tahanan yang kabur setelah membobol Lapas/LP kelas IIA Lambaro, Aceh Besar.
Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S. Djambak melalui Kabid Humas AKBP Ery Apriyono mengatakan, pihaknya telah memerintahkan jajaran Polresta Banda Aceh dan polres di kabupaten/kota lainnya se-Aceh untuk meningkatkan upaya pengejaran dan penangkapan napi yang melarikan diri. Selain itu, terus berkoordinasi untuk melakukan penyekatan, pengejaran dan penangkapan terhadap napi yang kabur.
“Seluruh Kasatwil jajaran Polda Aceh melakukan razia di wilayahnya masing-masing dan dalam waktu 1×24 jam para napi kabur, diharapkan dapat ditangkap atau diamankan kembali,” kata AKBP Ery Apriyono, Jumat, 30 November 2018
Ery menyebutkan, Kapolda Aceh mengimbau para napi yang melarikan diri untuk segera menyerahkan diri. Jika tidak, akan dilakukan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Kapolda memerintahkan agar back-up secara maksimal Polresta Banda Aceh, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama napi yang melarikan diri, dapat ditemukan atau menyerahkan diri, sebelum ditangkap,” ujarnya.
Menurut Ery, pascainsiden pembobolan pada Kamis malam, kini situasi di LP Kelas IIA Lambaro aman dan terkendali. Tim Polda Aceh berhasil menangkap kembali sebanyak 25 napi yang kabur. Selain itu, mengamankan kembali sepeda motor Beat BL 3127 AH yang dirampas salah seorang napi saat melarikan diri.[]
Penulis: Khairul Anwar


