Sabtu, Juli 13, 2024

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...

Atlet Popda Gayo Lues...

BLANGKEJEREN - Pertandingan POPDA ACEH ke-XVII yang sedang berlangsung saat ini menjadi perhatian...
BerandaKapolri Ungkap Kesiapan...

Kapolri Ungkap Kesiapan Eksekusi Mati Gembong Narkoba Jilid III

JAKARTA – Meski belum ada tanggal pasti, Jaksa Agung M Prasetyo memberi sinyal akan melakukan eksekusi mati jilid III, khususnya bagi gembong narkoba. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengaku siap menurunkan tim penembak jitu jika besok diminta.

“Besok atau dua hari lagi minta dieksekusi juga kita sudah siap,” ungkap Badrodin di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/5/2016).

Meski begitu, Kejaksaan Agung belum mengajukan permintaan kepada Polri soal eksekusi mati ini. Namun kata Badrodin, pihaknya sudah siap siaga.

“Belum ada permintaan tapi kita sudah siapkan kalau sewaktu-waktu diminta oleh jaksa kita sudah siap,” ucapnya.

Badrodin juga menyatakan tim regu tembak Polri sudah berlatih untuk eksekusi mati jilid III itu. Soal jumlah personel, itu tergantung permintaan Kejagung.

“Sudah (siap). Latihan pun sudah. Personel sangat tergantung jumlahnya kan masing-masing ada ketentuannya,” jelas Badrodin.

Apakah pelaksanaan akan berlangsung dalam seminggu ke depan?

“Pasti nanti ada warning dari kejaksaan. (Waktunya) sangat tergantung kejaksaan,” jawab Badrodin.

Senada dengan Kapolri, Menkum HAM Yasonna Laoly juga belum mengetahui kapan pelaksanaan eksekusi mati jilid III. Ia menyerahkannya kepada institusi pimpinan M Prasetyo tersebut.

“Belum ada, Kejaksaan Agung yang tentukan,” ujar Yasonna di lokasi yang sama.

Seperti diketahui tiga terpidana mati yang menghuni Lapas Klas IIA Tembesi, Batam dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jateng, Minggu (8/5). Mereka adalah Suryanto (53), Agus Hadi (53), Pudjo Lestari (42) di mana ketiganya divonis mati karena kasus narkoba.

Meski begitu, Jaksa Agung hingga saat ini belum memutuskan kapan eksekusi mati akan dilakukan.

“Persiapan dan koordinasi sudah kita lakukan, tinggal penentuan hari H-nya kapan. Itu yang belum bisa putuskan,” terang Prasetyo, Selasa (3/5). [] sumber: detik.com

Baca juga: