Oleh: Taufik Sentana*
Kisah karantina dan lockdown terlama pernah terjadi. Ribuan tahun sebelum kenabian Muhammad SAW. Ini disampaikan lewat ayat Al quran, 10-26 Surat Al Kahfi.
Pada awalnya, kisah perihal pemuda di gua ini diajukan oleh tokoh kafir Makkah, dimaksudkan sebagai penanda bahwa jika Muhammad (SAW) bisa menjelaskan hal tersebut maka benarlah ia seorang nabi Allah.
Disebutkan bahwa 7 pemuda yang beriman itu bertemu secara tak sengaja.Yaitu ketika hendak melarikan diri dari raja zalim di daerah Yordania lama. Akhirnya merekapun bersembunyi di gua kecil di tepian kota. Mereka bersembunyi karena untuk menjaga keimanan, sebab sang raja akan membunuh siapa saja yang menyembah Allah.
Allah sendiri yang Menyatakan, bahwa mereka adalah tipikal pemuda yang beriman, dan Allah akan menambah keimanan mereka.
Rasa iman itu pula yang menenteramkan hati mereka. Tak ada lagi keraguan, ketakutan dan kesedihan. Ketenangan telah menyelimuti jiwa mereka. Oleh sebab itu, sempit dan lembabnya gua tak menjadikan mereka menderita, tanpa makan dan minum.
Maka Alah Membalas keimananan mereka dengan menidurkan mereka. Sungguh, tidur adalah bagian dari nikmat. Dan Allah Menunjukkan KuasaNya dengan tidurnya mereka selama 309 tahun dalam hitungan Qamariyah.
Dalam masa tidur itu Allah membolak balikkan tubuh mereka ke timur dan barat, sehingga tubuh tak dimakan oleh tanah. Matahari juga menyinari mereka dengan temaram.Anjing mereka yang setiapun berjaga di depan gua.
Bahasa pengetahuan kita menyebut bahwa, waktu mereka “difakumkan” /dinonaktifkan oleh Allah, namun metabolisme tubuh tetap norma kecuali sel sel tertentu sehingga tidur ratusan tahun tidak menimbulkan perubahan fisik: baik rambut, kuku, perut dan lainnya.
Kiranya demikian juga Kuasa Allah terhadap nabi Isa AS, saat ia kembali diturunkan lagi, keadaan dan usia nabi Isa persis seperti usia ia diangkat ke langit, usia 32 tahun.
Adapun 7 pemuda tadi, saat tersentak dari tidur, diantara mereka berujar, bahwa mereka hanya tertidur sekitar sehari atau setengah hari saja. Mereka pun berniat membeli sesuatu di pasar untuk mengisi perut yang lapar dengan membawa beberapa koin uang. Mereka tak menyangka bahwa kerajaan telah berubah menjadi kerajaan yang menyembah Allah dan mereka telah tertidur selama 309 tahun.
Menurut riwayat, setelah masyarakat heboh, mereka hanya hidup sekitar tiga jam saja, atau sehari saja. Lalu wafat seutuhnya. Raja membangun bangunan di sekitar gua guna mengingat Kebesaran Allah atas mereka.
Kisah “tidur” mereka di gua sekaligus menggambarkan pengertian pada kita bahwa (sesuai Sabda Nabi) didunia ini, kita bagai orang yang tidur/tak sadar, kecuali bagi yang selalu mengingat Allah. Saat dibangkitkan di mahsyar, kita akan menyangka bahwa kehidupan di dunia hanya sesaat saja. Lalu manusiapun dikelompokkan ke kelompok celaka dan kelompok bahagia.[]
*Dalam Kaya Inspirasi Qurani setiap Hari.





