Pulihkan Luka-luka – Refleksi Hari Damai Rakyat di Aceh (GAM-RI) ke 15 (15 Agustus 2005 – 15 Agustus 2020)
Karya: Thayeb Loh Angen*
Pulihkan luka-luka
kunjungi pusara-pusara
para tentara yang gugur
di kedua tebing tempur
mereka mengabdi pada negeri yang diyakini
Maafkan dosa-dosa kami
yang meletuskan perang kemarin
perang yang tidak dapat dimenangkan
yang berhenti dengan perdamaian.
Kini, mari merawat diri, merawat negeri
merawat mimpi yang disesuaikan kembali
negeri masih seumpama sedia kala
Kami tidak dapat mengembalikan harta kamu sekalian yang musnah
Kami tidak dapat memulangkan nyawa saudara, ayah, anak, adik, abang, kakak, kemenakan, dan kawan kamu sekalian yang hilang
Kami tidak dapat mengibarkan sumpah kembali
Tidak ada lagi teriakan seperti kemarin
yang mengguncang langit benua
suara-suara kami telah diredam kesepahaman
gigi-gigi kami telah dicabut tandatangan
yang kini dirayakan oleh orang-orang yang tidak mengenal perang
Akan pulihkah luka luka?
akan keringkah airmata?
akan keringkah tanah kita?
Jangan menyudi lagi pada kami janji-janji
segala kini dalam kendali rakyat barullah
kami telah kalah
giliran kamu sekalian membangun negeri
sebagaimana kesepakatan kemarin.
Pulihkan luka-luka
kunjungi pusara pusara
maafkan dosa-dosa.
Thayeb Loh Angen
Bandar Aceh Darussalam, 15 Agustus 2020.[]
*Budayawan.




