Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaKarena Hanya Berlaku...

Karena Hanya Berlaku Bagi Rakyat Kecil, Hukuman Cambuk Tak Menarik Perhatian Warga

SUKA MAKMUE – Eksikusi hukuman cambuk terhadap tiga pelaku perjudian atau maisir, Senin 25 September 2017 di Alun-Alun Suka Makmue Nagan Raya, kurang mendapat perhatian publik.

Kurangnya minat masyarakat untuk menyaksikan pemberian hukuman cambuk karena dinilai, itu hanya berlaku pada masyarakat kecil tapi tidak untuk kalangan tertentu.

“Kita maunya hukum itu berlaku sama. Berlaku kepada semua dengan tidak melihat status atau kedudukan,” kata Huzaifah Kamza SH, seorang pemerhati hukum, “Karena itu, masyarakat kurang tertarik,” tambah Huzaifah.

Pernyataan senada juga disampaikan Sarjono. Menurut tokoh muda itu, hukum di Nagan Raya memang berlaku untuk rakyat kecil. Sementara bila melibatkan kalangan atas, kasusnya jarang terungkap.

“Banyak kita dengar kasus besar yang dilakukan oleh oknum pejabat  atau keluarganya, tapi kasusnya menghilang begitu saja,” ujarnya.

Senin 25 September 2017, tiga pelaku Meisir (judi) menjalani hukuman 15 dari 20 kali hukuman cambuk, karena dikurangi 5 kali cambukan sebagai pengganti masa tahanan.

“Pengurangan itu dilakukan karena terdakwa telah menjalani masa tahanan,” kata Plh Kasi Pindum Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Hendra kepada awak media. Senin, 25 September 2017

Prosesi pelaksanaan hukum cambuk itu hanya dihadiri beberapa orang masyarakat dan Forkompimda Nagan Raya.[]

Baca juga: