Selasa, Juni 25, 2024

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...

Capella Honda Mengajak Jurnalis...

SEBAGAI bentuk kontribusi dalam bidang lingkungan hidup PT Capella Dinamik Nusantara mengajak sejumlah...
BerandaNewsKasus Istri Tikam...

Kasus Istri Tikam Suami di Aceh Utara Dilimpahkan ke Jaksa

LHOKSUKON Penyidik Polsek Matangkuli telah melimpahkan tersangka penikaman suami ke Kejaksaan Negeri Aceh Utara. Tersangka NR, 49 tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Gampong Teungoh Geulumpang Tujoh, Kecamatan Matangkuli itu dilimpahkan bersama barang bukti sebilah pisau dapur.

Hal itu disampaikan Kapolsek Matangkuli Iptu Sudia Karya kepada portalsatu.com, Senin, 1 Januari 2018. “Kasus itu sudah tahap II. Tersangka dan barang bukti sebilah pisau dapur sudah kita limpahkan ke jaksa pada 28 Desember 2017 lalu,” ujarnya.

Kata Kapolsek, korban sudah pulang dari rumah sakit, namun masih dalam tahap berobat jalan. “Sejak awal ditangkap, tersangka kita titipkan di Rutan cabang Lhoksukon. Dalam kasus ini, lima saksi kita mintai keterangan, termasuk korban,” ucap Iptu Sudia.

Berdasarkan keterangan korban, Safwan, 47 tahun, kasus penikaman itu diduga berawal karena korban menolak menceraikan tersangka (istrinya). “Menurut korban, sebelum kejadian NR menjemput dirinya di rumah istri muda. Istri minta bercerai karena suami sudah menikah lagi, sementara korban menolak menceraikan istrinya,” ujar Iptu Sudia Karya.

Sebelumnya, NR, 49 tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Gampong Teungoh Geulumpang Tujoh, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara diamankan ke Polsek setempat, Kamis, 9 November 2017 malam. Wanita paruh baya yang bekerja sebagai penjahit itu diduga menikam perut suaminya dengan pisau dapur, karena dimadu sebelum diceraikan.[] 

Baca juga: