BerandaNewsKasus Penikaman Bripka Faisal: Tiga Pria Ditangkap Polisi Kini Dibebaskan

Kasus Penikaman Bripka Faisal: Tiga Pria Ditangkap Polisi Kini Dibebaskan

Populer

LHOKSUKON – Tiga pria ditangkap polisi karena diduga terlibat kasus penikaman yang menewaskan Bripka Anumerta Faisal, anggota Satreskrim Polres Aceh Utara, dikabarkan sudah dibebaskan, Rabu, 29 Agustus 2018, sore. Mereka ditangkap bersamaan dengan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) “Setan Botak Peureulak”, Minggu, 26 Agustus 2018.

Informasi diperoleh portalsatu.com, Kamis, 30 Agustus 2018, dua dari tiga pria itu merupakan warga Gampong Meunasah Asan, Kecamatan Madat, Aceh Timur, bernama Syahrul dan Bahagia. Satu lainnya, Faisal, warga Gampong Meunasah Panton, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Kabarnya, mereka bekerja sebagai tukang ojek alias RBT.

Keuchik Meunasah Panton, M. Thayeb, dihubungi portalsatu.com membenarkan Faisal merupakan warga setempat. Namun, kata Keuchik Thayeb, sejak menikah Faisal menetap di Gampong Meunasah Asan, Kecamatan Madat. “Faisal warga sini, tapi dia sudah menikah dengan wanita asal Gampong Meunasah Asan. Sejak menikah Faisal tinggal di sana. Namun identitas KTP masih warga kita, karena dia belum mengubahnya. Dia itu tukang ojek,” ucap Keuchik Thayeb.

Keuchik Thayeb membenarkan Faisal sudah dibebaskan pihak Polres Aceh Utara. “Ya, benar, Faisal sempat ditangkap Minggu lalu, tapi lokasinya bukan di sini. Saya juga sudah mendengar kabar dia dibebaskan kemarin (Rabu), tapi tidak tahu pukul berapa karena bukan saya yang menjemput,” ujarnya.

“Saat ditangkap, saya tidak dikabari pihak polres karena memang kejadiannya bukan di sini (Meunasah Panton). Begitu juga saat dibebaskan, saya tidak dikabari. Kabar yang saya dapat dari keluarganya di sini, Faisal dijemput Geuchik Meunasah Asan,” kata Keuchik Thayeb.

Secara terpisah, Keuchik Meunasah Asan, Saiful M. Rasyid, membenarkan, dirinya sudah menjemput dan membawa pulang tiga pria tersebut. “Ya, benar mereka sudah dipulangkan. Saya yang jemput bersama pihak keluarga masing-masing, kemarin (Rabu), sekitar pukul 16.00 WIB. Sebenarnya warga kita dua orang, Syahrul dan Bahagia. Sedangkan Faisal warga Meunasah Panton, tapi menikah dengan warga kita,” ungkap  Keuchik Saiful.

Keuchik Saiful melanjutkan, “Saya dihubungi oleh pihak Polres Aceh Utara untuk menjemput Syahrul, Bahagia dan Faisal. Saya juga diminta membawa keluarga mereka masing-masing. Kondisi Syahrul baik-baik saja. Dari pihak keluarga Syahrul datang istri dan adiknya. Keluarga Bahagia yang ikut adiknya. Sedangkan dari pihak Faisal yang datang ibu mertuanya. Mereka datang bersama saya”.

Menurut Keuchik Saiful, pihaknya hanya menjemput sesuai arahan dari pihak polres. “Terkait kenapa dibebaskan, tidak dikatakan apa-apa. Saat mereka ditangkap (Minggu), saya sedang berada di Kuta Krueng, saya dapat kabar dari warga,” ujarnya.

Portalsatu.com sudah berupaya menghubungi pihak kepolisian setempat terkait informasi sudah dibebaskannya tiga pria itu, Bahagia, Syahrul dan Faisal, tapi belum diberikan penjelasan resmi.

Diberitakan sebelumnya, Tim Polda Aceh, Polres Aceh Utara dan Polres Aceh Timur berhasil menangkap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan penikaman hingga menewaskan Brigadir Anumerta Faisal. Lima anggota KKB ditangkap, dan seorang lainnya tewas ditembak lantaran melakukan perlawanan saat akan dibekuk.

Seperti diketahui, personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Utara, Brigadir Faisal, tewas ditikam di kawasan Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu, 26 Agustus 2018, sekitar 01.30 WIB dini hari.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Misbahul Munauwar, S.H., Senin, 27 Agustus 2018, mengatakan, tim gabungan dipimpin Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, mengamankan enam tersangka yang merupakan anggota KKB, salah seorang di antaranya tewas setelah berupaya melawan petugas saat akan ditangkap.

“Penangkapan dilakukan (Minggu) tadi malam, mulai jam 17.30 sampai 20.00 WIB di kawasan pertambakan masyarakat Madat di Aceh Timur,” kata Misbahul melalui keterangan tertulis diterima portalsatu.com.

Misbahul menjelaskan, keenam tersangka itu berinisial SM (28), BH (36) dan SR (43), warga Aceh Timur. “Tiga orang lainnya MA (18), warga Langsa, FS (42), warga Aceh Utara, dan ZK (33), warga Aceh Timur. ZK tewas dalam penangkapan ini karena melawan petugas,” ujarnya.

Menurut Misbahul, tim gabungan menangkap para tersangka di kawasan tambak masyarakat di Madat, Aceh Timur, setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran atau penyisiran, pengembangan terhadap kasus pengeroyokan dan penusukan yang mengakibatkan gugurnya Brigadir Faisal, anggota Satreskrim Polres Aceh Utara.

“Dari hasil penyelidikan tim gabungan Polda Aceh, Polres Aceh Timur dan Polres Aceh Utara, menemukan informasi bahwa kelompok kriminal bersenjata itu dikenal dengan nama “Setan Botak Peureulak” yang diketahui merupakan kelompok perompak laut di perairan Aceh,” kata Misbahul.

“Menurut informasi yang didapat bahwa kelompok ini sudah tidak terpantau di wilayah Aceh Timur selama seminggu ini. Dan dari hasil olah TKP dinyatakan mengarah kepada kelompok ini berdasarkan seluruh data dan informasi yang ditemukan di lapangan,” ungkap Misbahul.

Misbahul mengatakan, Minggu kemarin, sekira pukul 17.00 WIB, tim memperoleh informasi dari masyarakat tentang adanya enam lelaki tak dikenal yang ke luar dari area pertambakan masyarakat. Menerima informasi itu, tim gabungan langsung menyisir area dan mengamankan tiga lelaki, sementara tiga lainnya melarikan diri.

“Tadi malam sekira pukul 20.00 WIB, tim menemukan tiga orang lainnya. Saat akan ditangkap, tersangka ZK berusaha melawan dengan akan melempar granat ke arah petugas sehingga terpaksa dilakukan tindakan represif penembakan dan tersangka ZK tewas di tempat. Dari ZK diamankan senjata revolver milik almarhum Bripka Anumerta Faisal,” ujar  Kabid Humas Polda Aceh.

Misbahul menyebutkan, lima tersangka diamankan di Mapolres Aceh Utara. “Sementara ZK yang tewas, (jenazahnya) akan diserahkan ke pihak keluarga,” katanya.

Menurut Misbahul, (almarhum) Brigadir Faisal yang tewas dalam menjalankan tugas, kini memperoleh Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta menjadi Brigadir Kepala (Bripka). (Baca: 5 Anggota KKB ‘Setan Botak Peureulak’ Ditangkap dan 1 Lainnya Tewas)[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya